Rudi menyampaikan hal itu melalui khotbahnya saat memimpin ibadah akhir bulan, Rabu, 31 Januari 2024 di GKI Diaspora Waena. Pembacaan Firman Tuhan dalam ibadah itu dari kitab Yudas 1 : 17 - 23.
"Kita patut mengucap syukur karena Tuhan telah menjaga kita sepanjang awal Januari sampai akhir dan kita akan memasuki bulan yang baru dengan terus mengucapkan syukur atas kasih Tuhan yang selalu nyata dalam kehidupan kita,"kata Rudi dalam khotbahnya.
"Mari kita kembali dalam kebenaran Firman Tuhan, kita belajar dari kehidupan gereja mula-mula yang mana banyak guru-guru palsu dan penyesat-penyesat yang juga hidup dalam jemaat pada saat itu, terlepas dari itu kita bisa melihat kembali dalam kehidupan nyata kita saat ini masih banyak hal yang selalu mengganggu dan menjadi penyesat bagi kita,"ujarnya lagi.
Dia mengatakan, dalam kitab ini, sejak awal Yudas sudah menasihati jemaatnya untuk mempertahankan iman.
"Kita bisa lihat hal itu diulang dalam teks ini diayat 17. Yudas meminta jemaat untuk melakukan tiga hal yaitu berdiri diatas dasar iman, berdoa dalam Roh Kudus, dan menjaga diri diayat 20-21,"kata Rudi.
Lanjut Rudi, ketiga hal itu harus dilakukan ditengah banyaknya pengejek yang akan memecah belah gereja, karena mereka hidup menurut hawa nafsu kefasikan dan keinginan dunia, bisa dilihat diayat 18-19.
Artinya, kata Rudi, jemaat harus memiliki pendirian yang kuat dalam iman dan mengandalkan Roh Kudus agar tidak terpengaruh dengan pengajaran dan kehidupan orang fasik.
"Contoh pada saat kita ibadah saat ini, ketika kita sedang mengdengar khotbah tiba-tiba ada panggilan telepon atau notifikasi pada hanphone kita, kira-kira bapak /ibu saudara/i akan cek hp atau memegang atau kah membiarkan ? Inilah yang dimaksud dengan pengganggu atau penyesat yang juga menggangu fokus kita kepada Tuhan,"ujarnya.
"Kita bisa melihat Yudas juga meminta jemaat untuk menjaga saudara yang lain. Jemaat harus menolong mereka yang belum memiliki pendirian iman yang teguh agar tidak terjerumus kepada kefasikan. Itu harus dilakukan secara konsisten, dapat dilihat diayat 22-23,"katanya.
Rudi menyebut, kedua pesan itu tidak hanya untuk jemaat asuhan Yudas. Keduanya, relevan bagi manusia saat ini.
"Kita harus mempertahankan iman kita dengan terus melandaskannya pada kebenaran firman Tuhan. Kita perlu terus memohon pertolongan Roh Kudus agar kita bisa menang terhadap godaan orang fasik,"ujarnya.
"Selain itu, kita harus menjadi penjaga saudara kita. Setiap kita adalah bagian tubuh Kristus. Kita saling terikat dengan orang percaya lainnya,"katanya.
Oleh karena itu, kata Rudi, manusia bertanggung jawab untuk mengingatkan mereka agar tidak menyangkal Yesus Kristus. Manusia juga perlu mendorong mereka untuk mencerminkan hidup yang sesuai firman Tuhan.
"Kita perlu melatih diri untuk mengasihi mereka yang bebal. Kita harus sabar untuk menuntun mereka agar hidup sesuai kebenaran. Kita harus dengan rendah hati menegur mereka sehingga kita bisa menyelamatkan mereka dari murka Allah,"ujarnya.
"Dengan menjaga sesama saudara, kita menjaga diri sendiri. Itu berlaku sebaliknya. Ketika kita secara konsisten menghidupi kebenaran, kita menuntun saudara yang lain untuk menghidupi kebenaran,"katanya.
Rudi mengatakan, karena Gereja adalah bagian dari Tubuh Kristus, manusia harus sabar menuntun umat dengan penuh kasih rendah hati sehingga bisa menyelamatkan mereka.
Diakhir khotbah, Rudi menambahkan, benarkah kata Amsal, "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya" Amin.
Warga jemaat yang hadir pada ibadah akhir bulan ini berjumlah 198 orang, dengan rincian, 90 orang laki-laki, 95 orang perempuan, 13 orang anak.
Editor : Musa Abubar