Mewaspadai itu, jemaat harus hidup dalam Roh Kudus yang memampukan menjalani hidup zaman ini
Meriani menyampaikan itu dalam khotbanya saat memimpin ibadah akhir bulan di gereja setempat, Rabu 31 Januari 2024 pukul 19.00 WIT. Pembacaan alkitab dari Yudas 1:17-2, dengan tema: Hidup Dengan Roh Kudus Akan Memampukan Kita Menjalani Hidup Zaman Ini.
"Hidup dengan Roh Kudus akan memampukan kita menjalani hidup zaman ini. Bapak, ibu, pemuda dan anak- anak. Kalau mau jujur mungkin kita jarang membaca kitab Yudas ini, betul atau benar? Kalau betul mari kita sama-sama belajar dari kitab Yudas ini,"kata Meriani mengawali khotbah.
Meriani mengatakan kitab ini terdiri dari 1 Pasal dan 25 ayat. Walaupun kitab ini 1 pasal tetapi, isinya sangat tegas, bisa dlihat pada bacaan saat ini.
Lanjut dia, lalu siapa yang menulis kitab Yudas ini? Kitab yudas ini ditulis oleh Yudas, tetapi Yudas yang dimaksudkan dalam kitab ini adalah bukanlah Yudas Iskariot, karena didalam Alkitab ada beberapa Yudas bukan saja Yudas iskariot, ada Yudas anak Yakobus, Yudas saudara Yakobus dan Yudas yang lain.
Kemudian, apa hubungan Yudas dan Yakobus dengan Yesus, dalam pasal 1 ayat 1 Yudas memperkenalkan dirinya sebagai saudara Yakobus, jadi Yudas adalah saudara Yakobus, Yakobus sendiri adalah penulis kitab Yakobus, Yudas dan Yakobus adalah saudara Yesus.
Meriani menjelaskan, bagaimana hubungan antara Yudas, Yakobus dan Yesus? Dalam matius pasal 13 ayat 55 berkata begini “Bukankah Ia ini anak tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-Nya Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas?
Dan Markus pasal 6:3 berkata Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita? Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Jadi bapak, ibu Yudas dan Yakobus adalah saudara Yesus.
Dalam pasal 1 ayat 1 Yudas memperkenalkan diri bahwa dari Yudas hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, mengapa Yudas tidak memperkenalkan diri sebagai saudara Yesus dan saudara Yakobus.
Mengapa tidak dari Yudas saudara Yesus dan saudara Yakobus? Jawabanya adalah Karena Yudas sadar bahwa dirinya tidak sebanding dengan Yesus, bahwa dirinya tidak bisa dibandingkan dengan Yesus, Yudas mengangap bahwa Tuhan Yesus itu terlalu Agung, Tuhan Yesus terlalu mulia.
Yudas juga beranggapan bahwa Tuhan Yesus adalah Tuhan dan ia adalah Hamba. Oleh karena itu Yudas merendahkan dirinya dan memperkenalkan dirinya sebagai hamba Yesus Kristus.
"Lalu apa yang hendak disampaikan dari pembacaaan kita tadi. Surat ini ditulis oleh Yudas dan ditujuhkan kepada mereka yang disebut sebagai terpanggil dan yang dikasihi oleh Allah Bapa dan dipelihara oleh Yesus Kristus,"ujarnya.
"Dalam surat ini Yudas menulis agar semua orang percaya waspada terhadap guru-guru palsu, nabi-nabi palsu, yang telah menyusup ketengah-tengah jemaat, dengan maksud untuk menyesatkan jemaat,"katanya.
Lanjut dia, ajaran sesat yang disampaikan adalah bahwa orang bersunat yang telah menerima anugrah keselamatan dan percaya kepada Yesus Kristus dibebaskan dari tanggungjawab untuk mematuhi liberal sehingga jemaat dibebaskan dari pengampunan dosa, dimana ajaran ini sangat bertentangn dari ajaran Kristen, dan ternyata hukum palsu ini pernah disampaikan oleh Rasul Petrus dalam II Petrus.
"Dalam bacaan ini Yudas menyampaikan bahwa menjelang akhir zaman, akan tampil pengejek-pengejek, guru-guru palsu yang bertujuan untuk memecah belah persekutuan,"ujarnya.
"Bapa, ibu, pemuda dan anak-anak bagaimana dengan kodisi kita sekarang ini, ditengah-tengah pergumulan teknologi yang begitu mudah diakses. Bila smart phon kita canggi namun tidak ada pulsa data atau smart phon kita canggi dan kita memiliki pulsa namun kita tidak memiliki jaringan tentu saja kita tidak dapat mengakses media social kita,"katanya.
Nah, kata Meriani, pada saat mengakses media social, tentunya banyak sekali pengajaran yang sesat dari cendakiawan-cendakiawan, dari orang-orang pintar dan dari ahli-ahli taurat yang membalut atau mengkemas ajaran mereka dengan hal-hal yang baik dengan bahasa yang menarik dengan kata-kata yang sepertinya tidak sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga kita berpikir bahwa semua yang diajarkan itu masuk akal.
"Bapak, ibu, jemaat yang dikasihi Tuhan, lalu apa yang harus kita lakukan sebagai respon Firman saat ini, dalam tantangan kehidupan zaman ini?,"ujarnya.
Meriani menyatakan bahwa ada dua hal dari bacaan ini. Pertama, ada pada ayat 20 (Bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.) atau Bahasa sederhananya seperti ini, marilah kita mendengarkan Tuhan, lalu bagaimana cara kita mendengar Tuhan?
"Caranya adalah membaca dan merenungkan serta melakukan Firman Tuhan, sepanjang hidup kita jangan setengah-setangah,"katanya.
Kedua, ada pada ayat 20 (Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal).
"Peliharalah dirimu kalimat ini adalah sebuah kalimat perintah, kalau kalimat perintah harus dilaksanakan, dimana kita manusia yang percaya kepada Kristus harus menjaga dan memelihara apa apa yang diperintakan itu,"ujarnya.
"Lalu, pertanyaannya mengapa kita perlu memelihara perintah itu? Karena Allah mau kita melakukan pekerjaannya di dunia, Allah mau memakai kita untuk melakukan rencananya. Supaya kita tidak terjatuh dalam dunia yang penuh kejahatan,"katanya.
Mari lakukan perintah yang diberikan, dengan mengandalkan Roh Kudus, manusia mampu melakukan membaca dan melakukan Firman Tuhan, sehingga tidak mudah diombang ambingkan.
"Kita mengandalkan Roh Kudus untuk mampu melakukan pelayanan dalam tahun ini, semua panitia yang telah dibentuk dan dilantik terus bekerja dengan kemampuan kita selebihnya Tuhan yang menolong,"ujarnya.
"Ingat, kita akan masuk bulan Februari dimana identik dengan kasih sayang, jangan hanya kasih sayang tetapi kasih juga suara anda, sebagai warga negara yang baik. Amin,"kata Meriani mengakhiri khotbah.
Editor : Musa Abubar