Ini menjadi masalah baru di gereja Siloam Waena. Lahan parkir itu diperuntukan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Siloam.
Guna mengatasi masalah itu, Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Siloam membentuk dan melantik tim kerja pengadaan tanah.
Pelantikan tim kerja itu sudah berlangsung pada Minggu,7 Januari 2024 lalu, di Gedung GKI Siloam Waena. Tim kerja yang dibentuk dan dilantik itu diketuai oleh Penatua Chris Jan Rumsano.
Selanjutnya, wakil ketua, Kenan Sipayung, sekretaris, Penatua Sedjouw Ronsumbre, wakil sekretaris, Syamas Brian G Sendoh, bendahara, Oky Tuanakota dan koordinator seksi usaha dana, Jhon Frengky Udam.
"Awalnya, kami berencana untuk membeli lahan kosong yang berada disamping gereja. Namun, setelah berdiskusi dengan pemilik tanah, beliau tidak bersedia untuk menjual tanah tersebut," kata koordinator usaha dana, Jhon Frengky Udam di Waena, Senin (22/1/2024).
"Maka untuk saat ini, yang menjadi target kami adalah lahan yang berada pada depan dan samping kanan gereja,"ujarnya.
Menurut dia, hingga kini tim kerja masih berdiskusi dengan pemilik tanah menyangkut harga dari tanah yang akan dibeli.
"Namun, sesuai dengan surat keputusan (SK) yang diberikan oleh PHMJ kepada tim kerja, kami diberi tenggat waktu satu tahun untuk membeli tanah," katanya.
Dia mengatakan, adapun usaha-usaha yang dilakukan oleh tim kerja agar mendapatkan dana untuk membeli tanah tersebut, pertama memberikan kartu janji iman kepada seluruh keluarga jemaat Siloam Waena.
Dari data yang diperoleh jemaat yang terdata sebanyak 1.539 jiwa,jumlah kepala keluarga (KK), 352. Usaha kedua, tim kerja bakal membuat proposal perencanaan pengadaan tanah tersebut.
"Dalam kartu janji iman tersebut, akan ada iuran wajib yaitu per bulan Rp100 ribu per kepala keluarga dan iuran sukarela,"ujar Frengky.
Frengky menambahkan, proses pencarian dana masih belum terlaksana. Tetapi, ia berharap segala usaha dapat memberikan hasil yang terbaik sehingga GKI Siloam dapat mengatasi masalah lahan parkir ini.
Editor : Musa Abubar