Stepanus mengaku sangat bangga dan berharap kepada peserta agar terus menulis meskipun kegiatan ini telah usai
Dia mengatakan, ia mengadakan pelatihan ini agar pemuda-pemudi yang ada di Gereja Kristen Injil (GKI) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua mampu mengembangkan diri mereka melalui menulis. Meskipun adanya kekurangan, apresasi diberikan karena mengikuti kegiatan hingga selesai.
“Saya bangga kepada teman-teman yang memiliki niat dan mau mengembangkan diri lewat pelatihan jurnalis, tetapi bukti kebanggaan saya ketika tulisan teman-teman diterbitkan di Buletin Siloam,"kata Stepanus Sremere ketika diwawancarai di Pantai Holtekamp, Sabtu (10/2/2024).
Menurut Stepanus, walaupun waktunya terbatas dan ada kekurangan, tetapi dari kekurangan itu adalah hasil yang didapatkan dari teman-teman.
“Yang dulunya teman-teman sebagai penikmat atau pembaca sebuah berita, tetapi sekarang teman-teman yang menjadi pelaku dalam menulis dan menyampaikan berita tersebut,"ujarnya.
Motivasi Stepanus ketika membuat kegiatan ini berlandaskan pada kitab Kolose 3:23. Stepanus ingin segala sesuatu yang diperbuatnya itu bukan menyenangkan manusia, tetapi untuk kemuliaan nama Tuhan.
“Dengan menulis, saya ingin teman-teman bisa mewartakan Injil Tuhan berdasarkan apa yang teman-teman dapatkan,"katanya.
"Selain itu juga, saya ingin teman-teman menjadi berkat melalui tulisan-tulisan yang teman-teman terbitkan,"ujarnya.
Dia mengatakan, pelatihan yang dilakukannya bertujuan agar teman-teman membantu mengelola Buletin Siloam dan menyiapkan lapangan pekerjaan.
"Kalau hari ini saya menjadi berkat, orang lain juga harus menjadi berkat,"kata Stepanus.
Stepanus berharap kepada teman-teman yang sudah mengikuti pelatihan, walau kegiatan ini telah selesai bukan berarti teman-teman akan berhenti menulis melainkan inilah awal teman-teman untuk berproses dalam dunia jurnalis.
“Kegiatan kita hari ini sudah selesai, kelas menulis sudah selesai, pertemuan kita juga selesai tetapi hubungan dan komunikasi akan terus berlanjut,"ujarnya.
Bagi Stepanus, yang terpenting dari itu adalah menulis sendiri akan tetap hidup dan terus berlanjut. Karena menulis adalah kehidupan.
"Tanpa menulis dan membaca, tidak ada artinya,"tambah Stepanus diujung wawancara.
Editor : Musa Abubar