PW Siloam Waena Diajak Belajar Dari Kehidupan Hana

E
Eirene Sembor Sundoy
09 February 2024, 09:07 WIT
811 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura - Pendeta jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua, Yosina Redjauw mengajak persekutuan wanita (PW) belajar dari kehidupan hana yang setia menanti janji Tuhan 

Hal ini disampaikan dalam khotbahnya saat memimpin ibadah pembukaan PW tahun pelayanan 2024, Senin, 15 Januari 2024 lalu. 

Pembacaan Firman Tuhan di lukas 2 : 36 - 38 dengan Tema: Dia (wanita) berarti didalam Tuhan

Yosina menjelaskan, sebutan untuk wanita berarti bisa wanita dewasa, lanjut usia atau juga mungkin nona yang belum bersuami.

Apa yang unik dari Wanita?
Kalau menyebut dari kata wanita berarti ini kata yang sangat terhormat.

Wanita ini mengambarkan tentang hidup seorang pribadi yang dalam Alkitab disebut sebagai penolong dan pendoa.

Tapi juga kelak wanita ini akan menjadi seorang istri menemani suami, ia juga bisa menjadi kepala keluarga.

"Ia bisa menjadi seorang pemimpin dan juga diijinkan Tuhan melayani dan mengerjakan apapun”, kata Yosina.

"Ketika kita belajar dari seorang Hana dalam pembacaan ini, Hana adalah seorang nabi perempuan, disebut nabi karena hari-harinya selalu ada dalam bait Allah,"ujarnya.

Menurut Yosina, seorang hamba Tuhan yang  sudah berusia 84 Tahun, nama Hana artinya Anugerah, Hana adalah seorang janda, ia pernah hidup dengan suaminya 7 Tahun dan sesudah itu ia menjanda.

Lanjut dia, Hana menjalani hidupnya dengan tidak meratapi nasibnya, ia menjalani segala sesuatu dengan pengucapan syukur kepada Tuhan. Hana adalah perempuan yang setia bekerja di ladang Tuhan.

"Kalau kita flashbakck, ada hal yang mendasari kenapa Hana datang kepada Tuhan, yaitu ia dan suaminya tidak mempunyai anak,"katanya.

Karena itu, kata dia, Hana bergumul bertahun-tahun, ia datang ke bait Allah lalu selalu berlutut, menangis dan berdoa kepada Tuhan.

Sehingga Tuhan mendengar pergumulan Hana dan memberinya seorang anak yang dinamai Samuel.

"Dalam pembacaan ini juga kita menemukan nama Pinehas, mereka adalah orang-orang yang selalu setia didalam rumah Tuhan, yang selalu menunggu janji Tuhan,"ujarnya.

“Kesedian yang ia alami tidak menyurutkan semangat imannya untuk tetap mencari Tuhan, ini yang harus kita garis bawahi," tegas Yosina.

Yosina menyebut, ia mempunyai banyak persoalan, tetapi ia selalu mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan.

“Penantian Hana ini memberi pelajaran iman kepada orang percaya untuk mengerti apa arti waktu Tuhan,apa arti menunggu waktu Tuhan,"katanya.

"Bagian ini juga mau mengigatkan kita bahwa Iman Hana semakin matang dan bertumbuh justru bukan ditengah-tengah situasi yang baik saja,"ujarnya.

Tapi imannya bertumbuh di tengah tantangan hidup yang ia alami.Ada tiga hal yang dapat dipelajari dari kehidupan Hana.

Pertama, Hana adalah orang yang percaya Tuhan, yang memegang teguh imannya dan selalu rajin serta setia tapi juga mengembangkan talenta untuk menjadi kesaksian bagi Tuhan.

Kedua, Hana adalah seorang yang setia mengandalkan Tuhan. Hana menantikan seorang anak selama bertahun-tahun, bukan minggu, bukan bulan juga.

Artinya ia sangat setia menunggu janji Tuhan, Hana tak henti-hentinya berdoa dan selalu berada dalam rumah Tuhan.

Ketiga, Hana menempatkan posisi sebagai wanita yang berharga kepada Tuhan.

"Bagian ketiga ini kita belajar tentang sikap seorang perempuan yang takut akan Tuhan yaitu sebagai pendoa, penolong,penghibur,penasehat yang menguatkan,"katanya.

"Yang menjadi landasan untuk Kita memasuki tahun pelayanan yang baru adalah ibu-ibu dan saya kita semua,"ujarnya.

Tetapi ia selalu melibatkan Tuhan sebagai pemimpin,penolong yang mendampinginya dalam rencana masalahnya, sampai ia boleh melihat Tuhan bekerja dengan luar biasa.

Menjadi seorang perempuan kristen yang sempurna dalam iman itu bukan hal yang mudah.

"Tetapi kita bisa belajar banyak hal dari tokoh-tokoh Alkitab yang telah mengalami proses hidup ini,"katanya.

"Dalam kepahitan, kegetiran, penolakan, tetapi merek berhasil karena mereka setia,"ujarnya.

Mereka bersekutu, saling menolong, saling mendoakan,berjalan bersama dan yang lebih penting adalah mereka ada dalam satu persekutuan.

"Ini yang menjadi harapan kita kedepan, kita sudah meninggalkan Tahun 2023 dengan segala hal yang kita alami,"katanya.

Ada ketidakcocokan, perbedaan pendapat, saling menyakiti satu dengan yang lain itu manusiawi.

"Tapi, kata dia, Firman Tuhan mau mengigatkan kita, Tuhan tidak sekedar mau memanggil saya dan ibu-ibu ada didalam rumahnya, seperti Hana ada didalam bait Allah,"ujarnya.

"Tuhan punya rencana besar dalam hidup kita secara pribadi,"katanya.

Ditahun yang baru, hati yang baru, wajah boleh lama,identitas boleh lama tapi pikiran kita senantiasa di kuasai oleh kristus.

"Proses untuk menjadi baik tidak hanya sekedar membalikan telapak tangan, bukan hari ini kita bicara besok lngsung berubah,"ujarnya.

"Ada proses dan proses itu menolong kita supaya kita menyadari berada di dalam rumah Tuhan ini bukan kebetulan,"katanya.

Tapi Tuhan tau setiap manusia, kekuatan dan kelemahan, mari manusia juga memiki hati sebagai seorang hamba Tuhan Hana.

Hati sebagai seorang pendoa,seorang yang mengasihi orang lain, yang menopang orang lain, yang selalu ada dalam rumah Tuhan. 

"Ibu-ibu kita susah melangkah di bulan yang pertama di tahun 2024, semua hal yang tidak memuliakan Tuhan,"katanya.

"Yang tidak membawa kemajuan, kasih tinggal dibelakang, tutup buku itu dan buka lembaran baru,"ujarnya.

Ingat, tegas Yosina, persekutuan dengan Tuhan maka jeri payah mu tidak sia-sia, itu kata Firman Tuhan

Tuhan sudah siapkan berkatnya, setiap orang Tuhan sudah taruh anugerahnya.

"Jangan tutup anugerah tapi mari kerjakan anugerah itu seperti Hana mengerjakannya seumur hidupnya,"kata Yosina mengakhiri khotbahnya.

Persekutuan Wanita yang hadir pada ibadah pembukaan itu berjumlah 95 orang, dengan rincian 79 orang wanita, 10 orang anak-anak dan 6 orang tenaga multimedia.

Momentum ibadah ini disiarkan secara Live streaming melalui kanal youtube GKi Siloam Waena yang dikunjungi oleh 136 pengunjung.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.