Diskusi dan evaluasi itu berlangsung di Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Minggu (28/1/2024) sore. Pelatihan ini digagas oleh Stepanus Sremere.
Rata-rata pemuda-pemudi di GKI Siloam Waena yang mengikuti kegiatan ini. Pelatihan itu dilaksanakan selama 10 hari yakni sejak 22 Januari 2024 hingga 10 Februari 2024.
Evaluasi sekaligus diskusi dibuka oleh Musa Abubar selaku pengajar dalam pelatihan jurnalis. Musa memulai dengan menanyakan kendala yang dihadapi masing-masing peserta selama mengikuti pelatihan.
Satu persatu peserta yang mengikuti pelatihan ditanya, ada kendala, ada kesulitan membuat tulisan melalui tugas yang diberikan atau tidak. Lalu, bangga tidak ketika tulisannya dipublis dibuletin Siloam Waena.
"Jika ada kendala dalam penulisan, tolong dikasitau supaya kita cari solusinya sama-sama,"kata Musa ketika mengarahkan dan menanyakan masing-masing peserta.
Diskusi dan evaluasi terus berlanjut. Usai Musa bertanya, dilanjutkan oleh Stepanus Sremere selaku penanggungjawab momentum itu.
"Jangan bohongi diri, teman-teman kalau ada kesulitan jujur saja, disampaikan supaya saya dan kaka Musa bisa cari solusi,"ujar Stepanus.
Stepanus memberi tips muda menulis berita kepada peserta. Ia meminta peserta pelatihan membuka dimesin pencari google untuk mencari contoh berita.
"Kalau sulit buat berita, buka contoh-contoh berita dimesin pencari google pasti ada. Misalnya berita mengenai pelatihan pasti ada,"kata Stepanus.
Stepanus berharap kepada peserta agar belajar dari contoh berita itu mulai dari judul berita, lead hingga isi berita. Contoh itu bakal membantu dalam menulis sebuah berita.
"Ini pengalaman saya sewaktu masih belajar menulis berita, teman-teman bisa pake tips ini supaya tidak kesulitan, searcing contoh berita digoogle supaya mudah,"ujarnya.
Melalui contoh berita itu juga, kata Stepanus, peserta pelatihan bisa mempelajari kata-kata dalam berita itu, sehingga tidak mengalami kesulitan.
Selanjutnya, jika ada masalah atau kendala dalam penulisan atau penyampaian materi harap disampaikan, jangan diam agar ada solusi untuk dipecahkan.
Stepanus juga berharap kepada masing-masing peserta yang ada agar memanfaatkan waktu pelatihan dengan baik, karena terbatas.
"Saya harap teman-teman manfaatkan waktu pelatihanndengan baik. Setelah pelatihan, semua sudah bisa menulis dengan baik,"katanya.
"Ini harapan saya dan kaka Musa. Kalau sudah bisa menulis, kaka Musa punya banyak link media yang bisa teman-teman direkomendasikan kesana untuk menulis,"ujarnya.
Disela-sela diskusi dan evaluasi itu, Stepanus juga membagikan pengalamannya saat mengikuti pelatihan komputer. Lantaran dia belum mengerti materi maka pengajarnya mengulangi materi itu lagi sampai akhirnya ia paham.
Suasana diskusi dan evaluasi ini tak tegang. Lantaran, peserta disuguhi jagung rebus dan cemilan. Peserta berdiskusi dan evaluasi sambil menikmati jagung rebus dan cemilan yang tersedia.
Selingan lagu sekolah minggu beserta gerakan juga mewarnai momentum itu. Lagu sekolah minggu diputar melalui speaker aktif milik salah satu peserta pelatihan.
Angin sepoi-sepoi datang dari berbagai penjuru menyeruak masuk ke tubuh, segar rasanya.
Diskusi dan evaluasi itu berlangsung kurang lebih dua jam. Sekitar pukul 18.00 WIT, diskusi dan evaluasi ditutup dengan doa bersama lalu perjalanan pulang ke rumah masing-masing.
Editor : Musa Abubar