Hal itu disampaikan Kristian saat memimpin ibadah kunci bulan, Rabu, 31 Januari 2024 di Gedung Gereja Kristen Injili (GKI) Harapan Abepura, Kota Jayapura,Papua.
Kristian mengajak jemaat belajar iman yang benar. Pembacaan Firman Tuhan dalam ibadah itu dari dalam Yudas 1:17-23.
Pembacaan Alkitab ini mengacu pada pembacan sentral yang diberikan oleh Sinode GKI di tanah Papua yakni Departemen Pembinaan Jemaat pembacaan ke setiap gereja.
Dalam Khotbah, Kristian menegaskan tentang pengajaran dan iman yang benar adalah membenci perilaku, selamatkan diri dari perilaku buruk, supaya jangan kena hukum karena perilaku.
"Tentu bagian ini menjadi pengajaran yang penting bagi kita, karena sepanjang hidup ini ketika orang membenci kita pastinya ada solusi,"kata Kristian dalam khotbahnya.
"Solusi bagaimana kita harus selamatkan dia, kalau mungkin dia mengalami sesuatu baru, kita bilang tobat ko (kau-red),"ujarnya.
Lanjut Kristina, menghina sesama adalah sesuatu yang salah dan keliru, pengajaran yang keliru pula.
"Ko (kau-red) menghina saya ini adalah sesuatu yang salah, sesuatu yang keliru, iman yang keliru, pengajaran yang keliru,"katanya.
Menurut Kristian, supaya semua orang ada di dalam persekutuan sebagai orang percaya, maka bagian ini yang di perhatikan.
"Dalam kehidupan kita dibulan yang baru, hidup yang baru, ada orang yang menghina kita, tolonglah dia perbaiki kelakuan dia,"
"Ada orang yang menilai kita salah, tolong juga supaya jangan dia dihukum. Selamatkalah dia karena kita memiliki kasih, belas kasihan,"tambah Kristian.
Editor : Musa Abubar