Hal ini disampaikan melalui Khotbahnya saat memimpin ibadah akhir bulan di GKI Sola Gratia, Buper Waena, Rabu, 31 Januari 2024. Pembacaan Firman Tuhan dari dalam Yudas 1:17-23.
"Ada banyak nama Yudas dalam perjanjian baru tetapi yang dimaksudkan dalam pembacaan ini adalah Yudas sodara sepupu Yesus dan Yakobus seorang ketua sinode mula-mula,"kata Yulet mengawali khotbahnya.
Yulet menjelaskan, sebelumnnya Yudas dan saudara-saudarannya tidak percaya bahwa Yesus saudara mereka adalah anak Allah, Mesias dan Juruselamat, namun setelah melihat dan merasakan mujizat yang dilakukan Yesus, akhirnya percaya dan menjadi pemberita injil, berita kebangkitan kemenangan Yesus atas maut sebagai jalan keselamatan.
Yulet menyebut, Yudas prihatin dengan perpecahan yang terjadi dalam persekutuan pengikut Yesus, penyebabnya adalah adanya penyusup dalam persekutuan yaitu guru-guru palsu yang motifnya melakukan pengajaran sesat dan menyimpang yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan.
''Jika diperhatikan ayat 16, Yudas mengemukakan bagaimana cara mengidentifikasi guru-guru palsu, ada lima cara, yang pertama guru-guru palsu suka mengerutu, bersungut-sungut atau mengomel yang artinya mereka tidak percaya akan kemahakuasaan Allah,"ujar Yulet.
Kedua, guru palsu suka mengeluh akan nasibnnya, artinya selalu menganggap diri benar dan selalu menyalahkan orang lain, keadaan bahkan Tuhan. Ketiga, guru palsu suka menuruti hawa nafsu artinya mereka lebih mengikuti keinginan dunia atau daging dan hidup tanpa Roh Kudus.
Selanjutnya, keempat, guru palsu suka mengeluarkan kata yang bukan-bukan artinya suka meyampaikan kebohongan dan tidak pernah menyampaikan tentang kebenaran.
"Terakhir, kelima, guru palsu suka menjilat orang untuk mendapatkan keuntungan,''kata Yulet dalam khotbah.
''Yudas memberikan empat tips untuk jemaat agar Iman mereka tetap kokoh, dalam sebuah bangunan harus mempunyai dasar yang kuat agar bagunan itu tidak runtuh,"ujarnya.
Lanjut Yulet, begitu juga dengan Iman harus mempunyai dasar yang benar-benar kuat yaitu harus percaya sungguh kepada Tuhan, itu tips yang pertama.
Tips kedua adalah berdoa dalam Roh Kudus untuk selalu menguatkan dan berserah penuh pada-Nya, memilihara kasih Allah.
"Tips ketiga, kita perlu menjaga diri kita dalam kasih Yesus dengan cara mentaati setiap perintahnnya. Terakhir, keempat bersaksi, ada misi yang Tuhan berikan dalam hidup kita sebaiknya kita menjadi saksi bagi orang lain melalui hidup kita yang benar,'' katanya.
Yulet mengatakan, orang percaya harus mempertahankan Iman dengan membangun diri sendiri didalam Iman yang paling suci, mempelajari Firman Allah.
Mempunyai ketetapan teguh untuk bersabar mengetahui kebenaran dan ajaran Alkitab, berdoa dengan kemampuan yang diberikan Roh Kudus yaitu dengan memohon untuk menuntun, mengilhami, menguasai, memelihara dan menolong berjuang mempertahankan iman.
"Beribadah atau berbakti melayani Tuhan adalah bentuk pengakuan dan pengabdian, mengucap syukur dalam segala keadaan artinya kita tidak mengerutu, tidak bersungut, mengeluh dan meyalahkan orang lain,"ujarnya.
"Keadaan dan menyalahkan Tuhan, berdoa adalah cara untuk menjaga hubungan dengan Tuhan, apa yang kita kerjakan dan apa yang kita bangun menjadi perjuangan untuk mempertahankan Iman kita,"tambah Yulet.
Editor : Musa Abubar