Anton Imbenai menyampaikan ajakan itu saat memimpin ibadah akhir bulan pada Rabu 31 Januari 2024 di GKI) Eden Kopouw Waena.
Anton mengawali khotbahnya dengan mengatakan, Allah berjanji kepada Abraham, aku akan menjadikan engkau bangsa yang besar, keturunan seperti bintang dilangit
Pembacaan Alkitab dari kejadian 16:1-16. Tema yang diangkat mengacu dari Sinode ke masing-masing gereja yakni Abraham dan Sarai menantikan janji Tuhan.
Anton merinci secara detail ayat demi ayat dari pembacaan itu dalam khobahnya.
Dalam khotbah, Anton menjelaskan tiga pertanyaan dalam konteks bacaan yaitu keraguan Abraham dan penantian janji berkat.
"Pertimbangan logika Sarai bukan bukan rancangan Tuhan. Bukan berkat damai sejahterah tetapi warisan kedendaman dan permusuhan,"kata Anton dalam khotbah.
Abraham, kata Anton, dikenal sebagai bapa segala orang percaya, bapa beriman menantikan janji berkat dari Tuhan.
Lanjut dia, Abraham sangat percaya dan yakin bahwa sesudah di tanah Kanaan ,dengan menantikan berkat yang sudah dijanjikan Tuhan yaitu memberikan keturunan dan bangsanya akan kekal.
"Tapi menjelang hari -hari tua, Sarai sebagai manusia normal dan logika ilmu kedokteran, seorang wanita itu akan mengalami masa menaupause. Ketika tiba masa menapause maka dia tidak bisa reproduksi lagi, Sarai ada didalam analisa itu,"ujarnya.
Sarah sudah tua, kata Anton, dia tidak bisa lagi reproduksi. Bagaimana janji Tuhan kepada Abraham semua itu bisa terjadi.
Tetapi, Sarai dengan kecerdasannya memikirkan strategi baru, cara lain, mungkin Sarai cerita kepada Abraham saya sudah tidak bisa reproduksi lagi.
"Terus janji itu mana, tidak mungkin kamu dapat anak dari saya .Jadi, bagaimana kalau kamu mau pembatu saya ini, Hagar masih produktif,"katanya.
"Kalau kamu mau biar sudah saya ikhlas kamu tidur dengan dia dan dia melahirkan anak untuk saya,"ujarnya.
Kala itu, dalam tradisi di zaman itu, majikan berkuasa penuh atas pembantunya sehingga apa yang diinginkan oleh majikan bisa di lakukan oleh pembantunya.
"Menjadi kesepakatan, bukan perlingkuhan Abraham tapi kesepakatan secara budaya oke, kita sepakat saya nanti dapat anak,"kata Anton dalam khotbah.
Tapi juga akibat dari budaya itu, menurut Anton, perempuan yang mandul dan tidak melahirkan anak di anggap rendah dalam status sosial, karena itu dianggap tidak berguna.
Dianggap rendah dan inilah cerita yang dialami Sarai ,atas cerita itu Abraham kemudian setujuh.
"Karena pertimbangan logikanya saya benar - benar sudah tidak reproduksi lagi bagaimana saya mau dapat anak, betul kah tidak, itu benar
maka Abraham bilang sudah kalau begitu iman tidak hanya menggunakan logika dan akal sehat,"ujarnya.
Anton menyebut, iman itu yang digunakan manusia tapi mungkin bagi Allah, Abraham tidak setia pada titik ini. Berharap janji Allah. Abraham jatuh kedalam tawaran cerdas Sarai.
Abraham tidak teguh untuk memegang janji. Ismael adalah bukti ketidak taatan Abraham pada titik tertentu kepada Allah.
Abraham punya tawaran tetapi apa yang terjadi kemudian setelah kesepakatan itu terjadi, Sarai merasa bahwa Hagar sedang mengandung anak Abraham. Maka Sarai dengan budaya itu merendahkan Hagar,"katanya.
"Sarai kau tidak ada gunanya, biar kau majikan tapi kamu tidak punya anak. Kamu tidak kasih anak untuk Abraham saya sedang mengadung anaknya Abraham,kata Hagar,"ujarnya.
Pembunuhan karakter bagai seorang Sarai. Sebagai majikan, Sarai tersingung dan marah,dia dilecehkan dan tidak dianggap oleh seorang pembantunya.
"Sakit hati Sarai itu di lemparkan kepada Abraham, Sarai berkata kepada Abraham kau tanggung jawab terhadap kekecewaan saya,"kata Anton.
"Karena, ternyata Hagar hamil. Sarai tidak dianggap oleh Hagar. Tetapi Abraham bilang kau tetap majikan kau tetap nyonya dari keluarga saya,"ujar Anton.
Sarai mendapatkan dukungan dari Abraham, tetapi Sarai bertindak semena mena terhadap Hagar.
"Hagar juga kecewa, saya sudah mengadung anakmu tapi istrimu bersikap seperti ini kepada saya,"katanya.
Ada dendam, sakit hati,marah, kekecewaan Hagar melarikan diri untuk mencari kedamaian supaya melupakan kejadian dikeluarga Abraham
Tapi dalam perjalanan nya Tuhan menyuruh Malaikat meminta Hagar kembali,tetap seorang pembantu, melaksanakan kewajiban sebagai pembantu.
"Kata malaikat kepada Hagar mengadung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan anak itu akan di beri nama Ismael,"ujarnya.
Anton menambahkan, tidak sebatas jenis kelamin dan pemberian nama tapi malaikat menyampaikan bahwa anak itu menjadi seperti seekor liar.
"Pemberian dendam itu sudah ada
dendam terhadap perlakuan sosial,"kata Anton diakhir khotbah.
Editor : Musa Abubar