Melakukan Pelayanan, Ini Sejumlah Program Pelita Papua

J
Junilius Yeheskiel Intapai
05 February 2024, 07:52 WIT
852 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura - Perkumpulan Mahasiswa Kristen dan Alumni (Pelita) Papua telah mengagendakan sejumlah program terkait pelayanan 

Demikian disampaikan Ketua Pelita Papua,Melan Elsye Faidiban disela-sela kunjungan yang dilakukan oleh peserta kelas menulis Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Waena di Mission House Tanah Hitam, Abepura, Kota Jayapura, Jumat, 2 Februari 2024.

Melan menjelaskan secara garis besar, agenda-agenda dalam organisasi Pelita Papua pada Januari hingga Desember. Pada Januari biasanya diawali dengan ibadah pembukaan.

Kemudian, pada Februari ada pelatihan- pelatihan,  lalu di Maret pihaknya memulai program kerja sampai pertengahan bulan itu dilanjutkan dengan Mobile School.  

Kelas bagi anak jalanan akan dilakukan dari juli sampai Desember. Selanjutnya, rapat kerja akan dilakukan di Februari untuk memutuskan program-program dari setiap unit.

Unit-unit yang ada di Pelita seperti garden Pelita merupakan wadah untuk pencarian dana, cross border atau penginjilan-pengijilan, dan evangelis a mission  biasanya ibadah misi bersama Yayasan Golden Gate Papua, Sabtu the prayer.

"Ada juga kunjungan lintas batas, pendidikan anak usia dini seperti di Supiori, Biak dan Keerom,"kata Melan.

Melan menyebut, bagaimana Mobile School atau kelas anak jalanan yang merupakan anak-anak aibon ini ada empat bidang materi yang di berikan kepada mereka.

Lanjut dia, antara lain pendidikan, kerohanian, phisiko social, dan kesehatan. Materi lainnya yang juga di berikan yakni baca tulis, ketrampilan atau kerajinan tangan yang biasa dibuat menjadi suatu karya yang indah.

Anak-anak jalanan ini, kata dia, juga diajak untuk ibadah serta memuji Tuhan, mengajak mereka untuk refreshing ke pantai.

"Terakhir kesehatan biasanya kita berikan makanan yang sehat. Kita selalu berhrap supaya ada kerjasama dengan pihak puskesmas untuk melakukan pemeriksaan,"ujarnya.

Menurut Melan, jumlah anak-anak aibon yang ditangani oleh oraganisasi yang dipimpinnya, awalnya 30-an orang lebih, namun hingga kini hanya terisa 15 orang.

"Ini dilarenakan kebanyakan mereka dari daerah, jadi sudah pulang kembali ke daerah masing-masing, ada yang sudah lanjut sekolah dan berkeluarga,"katanya.

"Dari awal, kita sudah bekerja sama dengan Dinas Sosial Kota Jayapura, dinas juga telah memberikan bantuan, tapi masih sebatas bahan makanan,"ujarnya.

Melan mengatakan, pihaknya berharap ada media belajar yang disediakan oleh pemerintah seperti  rumah singgah.

Masih menyangkut anak jalanan, kata Melan, faktor paling dominan yaitu kejiwaan atau boleh dibilang sakit karena anak-anak di Entrop kebanyakan menggunakan Narkoba sehingga saraf mereka sangat terganggu.

Terkait Cross Border Pelita Papua, menurutnya, yaitu pelayanan diwilayah perbatasan Papua Nugini (PNG).

Program lainnya yaitu, radio Pelita. Materi yang disampaikan lewat siaran radio itu setiap hari dimulai dengan renungan pagi.

Lalu, penyampaian berita seputar kejadian Kota Jayapura maupun berita yang disampaikan lewat majalah koran,juga sapa pemirsa pada jam 12 siang.

"Radio juga telaj melakukan kerja ama dengan KBRI Jakarta. Untuk tenaga penyiar baru 2 orang dan Toni sebagai teknisi atau tenaga IT,"katanya.

Radio hingga kini, tambah Melan, masih diakses lewat aplikasi yang sudah tersediah di playstore yaitu Cross Border Pelita Papua Jayapura.

Sementara itu, Toni selaku tenaga IT (teknisi) mengatakan sudah ada 3 orang penyiar baru. 

Toni menjelaskan, penyiaran dalam seminggu 8 kali ,materi yang di sampaikan berupa berita seputaran Kota Jayapura bahkan Papua, lagu- lagu daerah.

Ada juga penginjilan dan renungan khotbah yang juga memberkati setiap pendengar. Untuk sementara belum ada chanel tetapi semua diakses lewat aplikasi. 

"Antena kami sudah dalam proses karena sudah ada sponsor dan kerja sama dari beberapa pihak yang siap membantu Pelita Papua,"ujarnya.

"Kami juga akan memasukan surat ke Kominfo terkait antena yang akan di bangun, dalam rencana tahun ini sudah ada. Sekiranya lewat usaha-usaha yang kita lakukan semuanya untuk menjadi berkat bagi semua orang,"tambah dia.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #PSDMKP #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.