Kuatkan Iman Dalam Menjalani Hidup di Zaman ini

E
Eirene Sembor Sundoy
01 February 2024, 01:39 WIT
1,342 Kali Dibaca
BAGIKAN:
BULETIN SILOAM, JAYAPURA - Penatua Hendrik John Watung mengajar jemaat Gereja Kristen Injil (GKI ) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua, untuk menguatkan iman dalam menjalani Hidup di zaman ini 

Hal ini disampaikan melalui Khotbahnya saat memimpin ibadah Akhir Bulan, Rabu, 31 Januari 2024. Pembacaan Firman Tuhan dari Yudas 1 : 17 - 23, dengan tema  Roh Kudus Menguatkan Iman Kita Dalam Menjalani Hidup di Zaman Akhir.

Hendrik mengatakan, Surat Yudas di tujukan kepada orang-orang kristen yang setia kepada Allah dan dikasihi Allah. Tujuan Yudas adalah untuk mendorong para pembacanya agar tetap berjuang dengan tekat yang kuat dalam mempertahankan iman yang telah disampaikannya.

Yudas memperingatkan tentang Penghakiman yang akan menimpah mereka. Dan menasehati para anggota gereja untuk mengaja Iman Mereka dan Memelihara diri Mereka Dalam Kasih Allah.

"Sejak dari semula para Rasul Tuhan sudah menyampaikan kepada kita dalam kitab perjanjian baru bahwa menjelang zaman Akhir akan tampil atau akan muncul para pengejek/pengoda yang hidup menurut hawa nafsu kefasikan mereka,"kata Hendrik dalam khotbahnya.

Masih dalam khotbah, Hendrik menyebut Yudas menasehati sekaligus mengingatkan kepada manusia yang hidup pada zaman ini bahwa menjelang zaman akhir akan ada orang orang seperti demikian. Orang fasik ini adalah mereka yang berdosa namun tidak mau mengakui dosannya, mereka berkompromi dengan dosa dan tidak menolak segala praktek dosa.

“Mereka mengatahui Keberadaan Tuhan, namun Engan Mematuhi Firman Tuhan,”ujarnya.

Artinya, kata Hendrik, itu tanda peringatan kepada manusia untuk lebih waspada terhadap para pengajar sesat dan orang orang fasik. 

"Kita Perlu mengetahui ciri-ciri ajaran sesat. Lahirnya ajaran sesat atau sering disebut “BIDAT” dari bahasa arab yaitu suatu ajaran atau aliran yang menyimpang dari ajaran yg benar,"katanya.

"Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat melihat dan mengetahui sebuah ajaran sesat tertentu yg dikatakan Bidat/penyesat,"ujarnya.

Menurut Hendrik, ajaran sesat dalam kekristenan yang sudah ada saat ini diantaranya saksi Yehova, dan lainnya. Dalam Doktrinnya, saksi Yehova tidak percaya tentang Allah Tri Tunggal dan juga kehadiran Allah dan tidak mengakui Yesus Kristus sebagai Allah.

Dia menjelaskan, ada beberapa ciri yang terdapat pada orang fasik yakni pertama, sombong, angkuh, ingin menang sendiri. Kedua, duka mencela, merasa lebih baik dari orang lain dan tanpa melihat kekurangan sendiri. Ketiga, dengki dan iri hati, suka menimbulkan perselisihan antara sesama. 

"Sifat nereka adalah pemecah belah.
Jika didapati orang-orang seperti ini kita harus hati-hati/waspada dan perlu untuk mendoakan mereka,"katanya.

"Yang harus kita lakukan adalah terus bangun persekutuan kita dengan Tuhan lebih baik lagi, lebih sungguh sungguh lagi sebab dalam roma 10 : 17 mengatakan Iman timbul dari pendegaran dan pendegaran oleh Firman Kristus,"ujarnya.

Dia mengatakan, dengan membangun persekutuan dengan Tuhan maka iman manusia akan bertumbuh, kokoh, kuat dalam segala tantangan termasuk menghadapi para pengajar sesat/ ajaran sesat.Karena itu jangan malas beribadah

"Ingat “ Dasar imanmu yg paling suci adalah Yesus Kristus,"tegas Hendie dalam khotbahnya.

Lanjut dia, dan juga doa bagian penting dalam pertumbuhan iman manusia, berdoa dalam Roh kudus merupakan sebuah bukti bahwa umat Tuhan dapat berdoa dengan benar, sedangkan orang fasik berdoa menurut hawa nafsu mereka.

"Hidup saat ini mengajarkan kita untuk bertumbuh dalam iman, menghadapi orang-orang fasik di zaman akhir. Tetapi juga, mau mengigatkan kita bahwa selamatkan mereka yang tersesat dan belum percaya kepada Tuhan,"katanya.

Hendrik meminta jemaat menunjukan kepada dunia bahwa orang kristen punya belas kasihan yang tulus, yang di sertai takut akan Tuhan kepada mereka yang masih ragu akan kebenarannya, bahkan mereka yang belum mengenal kristus, bawalah mereka yang masih tersesat dalam keselamatan kepada Kristus Yesus yang adalah jalan kebenaran dan Hidup.

"Ada 4 poin penting yang harus kita pegang dalam kehidupan kita. Pertama, iman kita akan menentukan keselamatan kita. Kedua, iman kita akan memampukan kita dalam mengadapi para pengajar sesat,"ujarnya.

"Ketiga, iman kita akan menentukan. Keempat, hadapi orang orang fasik dengan iman,"katanya.

Hendrik berharap, jemaat yakin dan percayalah bahwa di akhir Januari 2024 itu adalah bagian dari Pertolongan Tuhan dan Anugerahnya dalam hidup.

"Kita akan memasuki Februari juga dalam penyertaan dan kasih Tuhan. Amin,"ujar Hendrik mengakhiri khotbah.

Warga Jemaat yang hadir pada ibadah kunci bulan ini berjumlah 420 orang, dengan rincian 118 orang laki-laki, 143 orang perempuan, 80 orang anak-anak dan 6 orang tenaga multimedia.

Momentum ibadah ini ditayangkan secara Live Streaming melalui Kanal Youtub GKI Siloam Waena. Jumlah yang menonton live Streaming melalui youtube sebanyak 80 pengunjung.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.