"Gereja Siloam Waena sangat baik, mengkaderkan talenta-talenta muda untuk menulis tentang hal-hal internal gereja. Sebenarnya tidak gampang mengumpulkan anak-anak muda untuk mau menulis,"kata Katharina di Pantai Holtekamp, Jayapura, Sabtu (10/2/2024).
Menurut dia, dari berbagai jurusan dibangku perkuliahan, puji Tuhan dari 20 orang yang mendaftar dan mengikuti pelatihan, hanya 12 orang di antaranya yang bertahan dan masih setia.
"Saya bangga dengan teman-teman muda Siloam, apalagi dengan kekinian yang sudah menulis di website gereja,"ujarnya.
Katharina berharap, teman-teman semakin giat menulis kedepannya, tidak usah patah semangat, jangan berkecil hati tapi harus tetap menulis, mengabarkan kabar baik untuk banyak orang.
Lanjut dia, tentu sebelum menjadi seorang jurnalistik, tidak semudah dan secepat yang dipikirkan pasti ada banyak proses yang harus dilalui.
"Cukup atau tidak adalah suatu kebutuhan, sampai sekarang saya masih belajar menulis,"katanya.
"Dengan 10 hari kelas menulis ini saya rasa sedikit, ada baiknya durasinya dua minggu, satu minggu teori, menulis dan pembahasan dan satu minggunya praktek,"ujarnya.
Tetapi, kata dia, sudah baik sekali sediakan waktu untuk belajar untuk menulis sampai 10 hari ini.
“Anak muda GKI Siloam ini sudah menaruh hati, rela mengorbankan waktu tenaga dan pikiran untuk mau membantu gereja untuk mengabarkan kabar baik dari gereja,"ujar Katharina.
Menurut dia, mudah- mudahan pihak Pelaksana Harian Majelis Jemaat (PHMJ) GKI Siloam Waena, melihat kesukarelaan anak-anak muda ini.
Tidak juga melihat sebelah mata tetapi perlu digandeng dirangkul apa yang dibutuhkan dan harus di bantuh.
“Website sudah sangat membantu, tetapi misalnya ada hal-hal lain yang harus dibantu dalam mengabarkan kabar baik dari gereja itu bisa di lakukan,"katanya.
Ia menambahkan, teman-teman mudah tetap kuat, konsisten dan mengatur baik semuanya untuk terus menulis.
Editor : Musa Abubar