BULETIN SILOAM, JAYAPURA - Pendeta Jemaat GKI Siloam Waena, Yosina Redjauw mengajak jemaat belajar memberi dengan kesungguhan hati seperti Habel
Hal itu disampaikan melalui khotbahnya saat memimpin ibadah minggu pertama Januari 2024 yakni Minggu pagi, 6 Januari 2024 lalu. Pembacaan Firman Tuhan di Kejadian 4:1-16.
Khotbah itu berpatokan dari tema dari Sinode GKI di Tanah Papua yakni "Pemberdayaan Manusia sebagai Pekerja.” Yosina mengawali khotbahnya dengan "makan dulu baru kerja atau kerja dulu baru makan.”
Menurut dia, filosofi ini sebenarnya bukan soal orang makan, tetapi berbicara soal orang-orang yang selalu rajin, memakai waktu yang Tuhan kasih dengan baik dan orang - orang yang memanfaatkan kesempatan.
"Kain dan Habel adalah Anak dari Adam dan Hawa. Ketika dewasa Kain menjadi petani, sedangkan Habel menjadi gembala kambing domba,"kata Yosina dalam khotbahnya.
Yosina menjelaskan, Simbol dari profesi mereka menjadi tanda bahwa itulah saatnya manusia mulai mengelola apa yang di berikan oleh Allah terhadap dunia ini dalam bentuk tanah, dalam bentuk ciptaan Allah.
Lanjut Yosina, Kain mempersembahkan setengah dari hasil tanah itu kepada Tuhan, tetapi adiknya Habel mempersembahkan ternaknya untuk korban bagi Tuhan, yang terbaik yang dia kasih untuk Tuhan dan persembahan dari Habel yang menyenangkan hati Tuhan.
"Jika diperhatian ayat 4b dan 5a, disebutkan bahwa Tuhan mengindahkan Habel dan korban persembahannya. Tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan Tuhan,"ujar Yosina.
"Sesungguhnya informasi yang kita dapat dari Pembacaan ini adalah Tuhan sudah tahu dari kakak-beradik ini siapa yang sungguh-sungguh memberi persembahan kepada Tuhan dan siapa yang hanya memberi dengan setengah hati saja,"katanya.
Yosina menyebut, dari seluruh persyaratan tentang memberi persembahan kepada Tuhan itu sesungguhnya bukan soal apa yang mereka bawa, tetapi Tuhan tahu niat hati mereka karena yang satu hanya memberi dengan keterpaksaan saja karena itu Tuhan melihat hati.
"Kisah ini mengajarkan kita bahwa hal yang kecil bisa menjadi fatal ketika hati kita tertutup dan tidak buka diri untuk menerima kuasa dan teguran Tuhan,"ujar Yosina.
Editor : Musa Abubar