Ini Pelajaran Berharga Dari Ceritera Kain dan Habel

G
Gress Ramandei
29 January 2024, 13:18 WIT
750 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura - Ceritera Kain dan Habel menjadi pelajaran berharaga terutama terkait pekerjaan setiap manusia di dunia 

Pelajaran berharga itu terungkap dalam khotbah yang disampaikan Pendeta Yosina Redjauw saat memimpin ibadah Minggu pagi, 7 Januari 2024 di Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua.

Pembacaan dari dalam Alkitab yakni kitab Kejadian 4:1:16 dengan mengacu pada tema yang diedarkan dari Sinode ke masing-masing gereja yakni "Pemberdayaaan Manusia Sebagai Pekerja."

Yosina merinci secara detail ayat demi ayat dari pembacaan itu dalam khotbahnya kepada jemaat di GKI Siloam Waena.

Dalam khotbah, Yosina mengatakan diayat 1:3  ini menjelaskan, suatu peristiwa tentang aktivitas manusia didalam dunia, kilas baik tentang manusia pertama Adam dan Hawa yang jatuh kedalam dosa .

"Tuhan bilang mereka keluar dari tempat ini (Taman Eden-red). Kalian berdua mulai kerja sendri, ada keringat baru bisa makan, kerja dan kelolah tanah ini, itulah kisahnya,"kata Yosina.

Lanjut Yosina, ketika mereka sudah keluar dan melakukan aktivitas yang tadi yakni bekerja keras mengolah tanah, bisa dibaca diayat 1 sampai 3.

Dua ayat itu, kata Yosina, setelah manusia pertama di bumi keluar dari taman Eden, peristiwa kelahiran anak Adam dan Hawa lahir secara natural dan alamiah melalui kandungan seorang ibu yaitu Hawa.

Yosina menjelaskan, ketika Tuhan Allah menciptakan Adam dan Hawa,  anaknya pertama, Kain lahir. Hawa secara pribadi mengucap syukur kepada Tuhan karena mendapatkan anak seorang anak laki-laki. Kemudian, lahir anak kedua, Habel, adiknya.

Selanjutnya, diayat 2 B ini  mengambarkan kedua anak ini tumbuh besar dan memiliki profesi serta pekerjaan yang berbeda.

Kain berkerja sebagai petani, kemudian Habel, adiknya bekerja sebagai pengembala kambing domba.

"Simbol dari profesi mereka menjadi tanda bahwa manusia mulai mengalah, apa yang diberikan oleh Allah terhadap dunia ini yang di gambarkan,"ujarnya.

Lalu, diayat 3-4 mengulas tentang pemberian persembahan oleh dua anak itu. Kain mempersembahakan setengah dari hasil tanah itu kepada Tuhan.

"Kain kasih setangah, lalu adiknya Habel mempersembahkan ternaknya untuk korban yang dibakar, lemak-lemaknya yang terbaik dia kasih untuk Tuhan,"katanya.

Masih diayat 3:5 A pada waktu mereka memberikan persembahan kepada Tuhan, Kain memberikan hasil buminya, sedangkan Habel memberikan hasil ternaknya .
Persembahan Kain ditolak oleh Tuhan dan persembahan Habel di terima . 

"Pertanyaannya dari mana mereka tau kalau persembahan mereka ditolak oleh Tuhan. Perhatikan beberapa cara pemberian persembahan korban bakaran yang dilakukan oleh orang-orang percaya pada masa itu,"ujarnya.

Dia mengatakan, Kain ingin menipu Tuhan dan berkata tidak tau dimana adiknya. Tetapi Tuhan mengetahui kejahatan Kain.

Firman Tuhan Kepada Kain, dimana Habel adikmu itu, jawabnya aku tidak tau apakah aku penjaga adikku .

Firmannya apakah yang telah kau perbuat, darah adikmu itu berteriak kepadaku. Terkutulah engkau, apabila engkau mempersembahkan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan sepenuhnya lagi kepadamu .

Engkau menjadi seorang pengembara Dan Pelarihan di bumi. Lalu, kata Kain kepada Tuhan, bukan kah lebih besar dari pada yang ku tanggung.

Engkau mengahalkan aku dari tanah ku dan aku akan bersembunyi dari hadapan mu, lalu kain diusir dan menjadi pengembara.

Dari ulasan ini, menurut Yosina, pekerja ini bukan saja untuk seorang pejabat tinggi tetapi apapun pekerjaan seseorang.

"Apapun pekerjaan yang kita lakukan setiap hari,manusia harus di peberdayakan dalam pekerjaan, manusia harus dibagun kehalihan nya,"katanya.

Yosina menyebut, supaya mereka dapat mengusahakan dan mengelolah apa yang Tuhan taruh dalam dirinya lalu mengerjakan apa yang menjadi milik Tuhan.

"Bukan saja bagi dirinya, tapi bagi keluraga, persekutuan. Apa panggilan pemberitahuan ijil, melalui pekerjaan yang baik memuliakan nama Tuhan,"ujarnya.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.