Ini Cara Memberi Persembahan Yang Berkenan Dihadapan Tuhan

J
Juanita Jeane Ronsumbre
29 January 2024, 13:13 WIT
997 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura – Pendeta Rosmauli Napitupulu mengajak warga jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua belajar bagaimana memberikan persembahan yang berkenan dihadapan Tuhan.

Ajakan itu disampaikan Rosmauli dalam Khotbahnya dalam ibadah Minggu sore, 07 Januari 2024 di Gereja Siloam Waena. Khotbah mengacu pada tema sentral dari GKI Sinode ke setiap gereja yakni "Pemberdayaan Manusia Sebagai Pekerja." 

Pembacaan firman Tuhan dalam ibadah minggu sore itu dari kitab  Kejadian 4:1-16.

"Kita akan belajar bagaimana sesungguhnya persembahan yang Tuhan kehendaki di dalam kehidupan kita sebagai jemaat Tuhan,"kata Rosmauli mengawali khotbahnya.

Rosmauli mengatakan, tema ini mengajak jemaat GKI di tanah Papua untuk dapat meningkatkan kemampuan dan kapasitas sebagai umat dalam seluruh karya dan tugas pekerjaan yang telah Tuhan karuniakan bagi semua. 

Dalam pembacaan ini, kata dia, ada dua orang bersaudara yaitu Kain dan Habel yang pekerjaannya berbeda, Kain bekerja sebagai petani dan Habel bekerja sebagai gembala kambing domba. 

Dari hasil pekerjaan mereka, Kain mempersembahkan bagian dari hasil tanah yang dia kerjakan itu kepada Tuhan, demikian juga Habel membawa hasil dari yang terbaik yaitu anak sulung kambing dombanya yakni lemak-lemaknya yang dipersembahkan kepada Tuhan.

Rosmauli menjelaskan, Kain dan Habel masing-masing mempersembahkan hasil pekerjaan mereka kepada Tuhan, tetapi persembahan dari Kain tidak diindahkan oleh Tuhan sedangkan persembahan dari Habel diindahkan oleh Tuhan. 

Allah sanggup melihat sampai yang paling dalam yaitu hati dan pikiran manusia.

Habel berpikir yang positif , baik, hati yang tulus dan penuh sukacita tanpa ada unsur kejahatan di dalam hatinya. Persembahannya diterima atau berkenan kepada Tuhan yang artinya Tuhan melihat Habel secara pribadi.

Lanjut dia, Firman Tuhan kepada Kain apakah mukamu tidak berseri? Jika engaku berbuat baik? Tetapi jika engaku tidak berbuat baik dosa sudah mengintip di depan pintu ia sangat menggoda engkau, Tuhan berkata tapi kau harus berkuasa atas iblis itu hanya menggoda tetapi iblis tidak berkuasa atas hidup orang percaya kepada Tuhan.

Rosmauli mengatakan, didalam hati Kain, timbul rasa iri hati pada adiknya Habel dikarenakan persembahan Habel diterima oleh Tuhan, dosa iri hati adalah dosa yang sangat jahat yang melahirkan dosa yang lain. 

Kain berpura-pura mengajak adiknya Habel ke padang tanpa curiga adiknya mengikuti Kain kakaknya pergi ke padang untuk melakukan peristiwa yang sangat tragis yaitu pembunuhan dalam sejarah Alkitab sejak dunia dijadikan, pembunuhan yang pertama terjadi di padang itu Kain membunuh adiknya Habel.

"Tuhan sangat tidak menyukai apa yang Kain perbuat, Tuhan menghukum Kain bahkan lebih itu Tuhan mengutuk Kain,"ujar Rosmauli.

"Lihat di ayatnya yang ke 11 terkutuklah engkau terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu,"kata Rosmauli lagi.

Rosmauli menyebut, Tuhan memberikan satu tanda di dalam kehidupan Kain supaya ketika dia bertemu dengan orang tidak ada yang membunuhnya sekalipun Kain sedalam itu jatuh di dalam dosa tetapi Kasih Allah masih mengasihi Kain diberikan supaya orang lain tidak membunuhya.

"Tuhan mau kita umatnya harus memberi persembahan sebagaimana kita lihat di dalam Roma 12:1 dikatakan persembahkanlah tubuhmu menjadi persembahan yang kudus yang berkenan kepada Tuhan,"ujarnya.

"Tuhan bukan hanya melihat hidup tetapi hati kita yang membawa persembahan dengan tidak sungut, tidak ada hati yang kesal, dan tidak dengan muka yang muram. Tuhan mau melihat kita dengan penuh sukacita dengan damai sejahtera dengan hati yang tulus dengan membawa persembahan yang terbaik di hadapan Tuhan maka itu menjadi persembahan yang berkenan di hadapan Tuhan,"katanya.

Pendeta Rosmauli mengajak umat Tuhan belajar dari apa yang sudah di dengar lewat firman Tuhan yang memberitakan dua bersaudara ini.

"Bagaimana kita mempersembahkan hidup, hasil dari apa yang kita peroleh dari Tuhan, kita mempersembahkan kepadaNya, kiranya membawa hidup dengan hati kita yang tulus, penuh sukacita, rendah hati, tidak dengan keangkuhan atau kesombongan,"ujarnya.

"Membawa yang terbaik di hadapan Tuhan, bukan soal banyaknya yang kita persembahkan, tetapi apa yang terbaik yang ada didalam hidup itulah yang dibawa kepada Tuhan lebih dari itu hidup dipersembahkan untuk Tuhan menjadi pelayan Tuhan di manapun bapak/ibu dan saudara-saudara melayani,"katanya.

Dia menegaskan, jangan iri hati kepada saudara-saudara dan tetanggamu, mungkin mereka lebih beruntung banyak secara materi, jangan iri hati karena iri hati tidak akan membawa dan menambahkan berkat tetapi membawa kejahatan, membawa dosa dan melahirkan dosa.

"Mari kita dengan segala kerendahan hati datang kepada Tuhan sekalipun ditahun-tahun yang lalu mungkin kita banyak gagal, tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan dan tidak mempersembahkan yang terbaik tetapi Tuhan kita yang penuh kasih lahir di golgota, Dia bangkit, dan Dia naik ke surga yang nanti suatu ketika akan datang menjemput setiap orang percaya kepadaNya,"ujarnya.

"Dia mengasihi saudara dan saya sekalipun kita gagal mempersembahkan yang terbaik pada waktu-waktu yang lalu, mari kita ditahun yang baru 2024 mempersembahkan yang terbaik untuk Tuhan agar menjadi hormat kemuliaan bagi nama Tuhan,"katanya.

"Karena, kita tahu lewat kasih Tuhan Yesus Kristus bagi kita sudah diberikan kehidupan yang terbaik yaitu hidup yang kekal di Surga kelak ketika Dia datang sebagai hakim ditengah-tengah dunia,"ujarnya.

Tuhan memberkati firmannya menjadi bekal didalam hidup untuk dapat mempersembahkan yang terbaik bagi Tuhan.Tuhan Memberkati.

Warga jemaat yang hadir dalam ibadah sebanyak 187 orang, terdiri dari 65 orang laki-laki, 96 orang perempuan, 7 orang anak, dan 19 orang petugas Live Streaming (Youtube)

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.