BULETIN SILOAM, JAYAPURA - Belajar dari seorang Nuh yang selalu berpegang teguh pada perintah dan ajaran firman Tuhan. Nuh pada masa itu berada ditengah-tengah angkatan orang yang telah rusak moralnya.
Namun karena ia tetap hidup dalam kebenaran, Tuhan memilih dan memerintahkan Nuh untuk membuat sebuah bahtera yang akan menjadi tempat pelindungan bagi ia beserta keluarganya dan segala mahluk yang terpilih.
Demikian disampaikan pendeta Olga Pundoko dalam khotbahnya saat memimpin ibadah Minggu (14/1/2024) di Gereja Kristen Injili (GKI) Sola Gratia Waena, Kota Jayapura, Papua. Pembacaan firman Tuhan terangkat dalam Firman Tuhan kejadian 6 :19.
"Tuhan pun berjanji pada kitab kejadian 6 ayatnya yang ke 19 supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau,”kata Olga dalam khotbahnya.
“Orang lain biasa bilang jangan lain dibibir lain dihati tentu kalimat ini tidak kita berkenan bagi Tuhan,"ujarnya.
Olga mengatakan, manusia tidak menepati janji adalah sesuatu yang sudah biasa tetapi jika Tuhan yang berjanji Nuh sangat percaya bahwa Tuhan tidak akan ingkar janji.
"Itu yang mendorong Nuh untuk tetap berada dijalan Tuhan,"kata Olga.
“Kita harus tetap menjaga pergaulan kita dengan Tuhan agar kita tidak terpengaruh oleh apapun.Bila kita patuh, taat, dan mau dengar Tuhan serta melaksanakan apa yang Ia kehendaki siapa yang bisa blok berkat dari Tuhan? berkat Tuhan akan datang kepada mu,"ujarnya.
Masih dalam khotbah, Olga mengatakan setelah Nuh selesai melakukan apa yang diperintahkan Tuhan, lalu Tuhan berfirman agar Nuh berserta keluarganya masuk kedalam bahtera itu.
"Dan pada hari yang ketujuh turunlah hujan selama 40 hari lamanya. Tuhan pun menepati janjinya kepada Nuh dan keluarganya,"kata Olga.
Karena, tambah Olga, dengan datangnya air bah Tuhan telah membinasakan segala isi bumi, tetapi Nuh berserta seluruh isi bahtera itu Tuhan pelihara sampai air bah surut.
Belajarlah untuk selalu patuh dan taat akan perintah Tuhan maka hidupmu akan terpelihara.
Editor : Musa Abubar