"Iman jemaat tidak boleh mengalami goncangan taruhlah hidup kita kepada Tuhan, maka Tuhan akan menentukan yang terbaik dalam hidup kita," kata penatua Diana Yembise disela-sela khotbahnya saat memimpin ibadah kunci bulan, Rabu sore,31 Januari 2024 di Gereja Kristen Injili (GKI) Isaak Samuel Kijne Abepura, Kota Jayapura.
Pembacaan Alkitab dari Yudas 1:17-23 dengan judul perikop yang dari lembaga Alkitab Indonesia “Nasihat-nasihat untk meneguhkan iman.”
Diana mengatakan, tak selamanya menangis, akan ada waktunya untuk tersenyum dan Tuhan akan menghapus air mata.
Dalam khotbah, Diana mengajak jemaat untuk hidup dalam roh. Ia mengingatkan para jemaat agar berdoa harus didalam roh
Dia menyebut, doa harus hidup dalam Roh supaya iman tidak mengalami goncangan, makanya dikatakan dalam ayat 20-23 mengatakan “akan tetapi kamu saudara-saudaraku yang terkasih bangunlah dirimu sendiri dengan dasar iman yang paling suci dan berdoalah dalam roh kudus.”
Lanjut dia, jangan berdoa dengan orang lain lalu mengatakan doa mereka berkuasa sedangkan doa jemaat tidak berkuasa “tidak” Tuhan memberikan Roh-Nya yang kudus kepada tiap-tiap orang untuk berdoa bagi dirinya sendiri dan bagi jemaatnya.
Diana menyebut, pelihara dirimu jangan mudah dipengaruhi, ingat Tuhan itu hadir bagimu, tunjukan belas kasihan kepada orang yang memerlukan.
"Lakukan ini, maka kamu akan menunjukan kepada orang yang menyesatkan. Dalam mewati bulan Januari yang akan kita lewati ini ada orang yang melewatinya dengan tertawa,ada yang dengan senang,"ujarnya.
Menurutnya, ada yang merancanakannya dengan banyak keindahan dalan kehidupan keluarga, ada yang merencanakan tahapan-tahapan sukses.
"Semua orang yang merencakan tapi nanti kalau tiba-tiba muncul suatu masalah hidup maka iman itu akan mengalami goncangan yang cukup tinggi,"katanya.
"Jika ada Roh Tuhan didalamnya maka kita akan menjalani hari-hari hidup itu dengan bersyukur akan semua yang ada, sedang terjadi, kita harus belajar satu hal bahwa tidak ada satu pun yang akan melewati kehidupan dengan berjalan mulus,"ujarnya.
Ia menyebut, ada waktu dimana tertawa,ada waktu dimana menangis, ada waktu dimana Tuhan mengijinkan manusia untuk menghadapi persoalan, ada waktu dimana manusia mengalami goncangan yang hebat sehingga anak-anakNya mulai panik dan bertanya dimana Tuhan.
Penatua Diana mengingatkan jemaat dalam hidupnya harus ada Roh Tuhan, sehingga iman itu teguh berdiri dan tidak mudah digoncang
“Maka iman itu bukan berdasarkan kata orang, tetapi iman itu berdasarkan percaya kita kepada Yesus Kristus,"katanya.
Dia menegaskan, iman itu harus lurus kepada Yesus Kristus. Yesuslah mengantarkan manusia kepada satu-satunya kebenaran, maka firman Tuhan bilang berdoalah untuk Iman ini.
Orang percaya ia tidak boleh goncang dalam imannya untuk itu pelihara diri baik-baik, pelihara iman dengan baik dalam Tuhan, baik dengan keluarga, baik dalam rumah, jangan pernah ragu-ragu dalam iman tetapi selamatkanlah mereka yang telah terjatuh.
Dia mengatakan, belas kasihan hidup ini bukan untuk diri sendiri saja, tetapi hidup ini untuk orang lain juga, artinya hiduplah dengan melakukan kebaikan bagi orang-orang.
"Karena Yesus telah menyelamatkan kita, maka jaga hidup ini akan kebaikan-kebaikan maka kita akan melihat hal-hal indah dalam jalan hidup kita,"ujarnya.
Diana menegaskan, janji setia Tuhan itu selalu abadi untuk orang yang dekat kepadaNya.
"Bukan orang yang dua kaki, jangan pernah dua kaki dalam hidup, satu Tuhan,"katanya.
Diana menambahkan, satu kaki yang jelas yaitu Yesus Kristus yang menyelamatkan, itu yang yudas nasehati.
Editor : Musa Abubar