Ibadah Pengutusan 12 Caleg dari Jemaat Siloam Waena

E
Eirene Sembor Sundoy
13 February 2024, 08:40 WIT
1,926 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura - Pendeta Jemaat Gereja Kristen Injili ( GKI ) Siloam Waena, Abepura, Kota Jayapura, Papua, Yosina Redjauw melakukan Ibadah pengutusan kepada dua belas anggota calon legislatif dari jemaat tersebut 

Doa restu atau pengutusan dari Jemaat Siloam ini dilakukan dalam ibadah Minggu pagi, 11 Februari 2024. 

"Kami mendoakan Warga Jemaat kami, karena mereka juga adalah warga negara yang punya hak untuk ikut dalam pencalonan ini,"kata Yosina.

Karena, kata Yosina, mereka sudah melakukan verifikasi dan layak sehingga maju untuk mengikuti proses ini.

"Kita sebagai Gereja, terkhusus GKI di tanah Papua dalam arahan dari ketua sinode, supaya kita wajib mendoakan seluruh warga GKI yang mau maju,"ujarnya.

"Entah mereka menang atau kalah,kita harus selalu dampingi, kita berikan pendampingan kepada mereka supaya secara moril mereka didukung,"katanya.

Walaupun nanti hasilnya, kata dia, pemilihan kembali kepada tiap-tiap orang.

"Tugas kita adalah berdoa untuk mereka, supaya mereka juga memaknai kenapa saya diutus untuk duduk berbicara di dalam Forum Legislatif,"ujarnya.

"Ketika saya diutus, saya ingat bahwa saya ini datang dengan suara rakyat, suara rakyat yang adalah suara Gereja,"katanya.

Yosina menegaskan, didalam gereja ini ada umat yang merindukan keadilan, kesejahteraan, kesetaraan gender, dan lain sebaginya.

"Sehingga kita berharap utusan dari Jemaat Siloam jika Tuhan berkenan ada yang duduk lagi dirana itu, baik di DPR RI, DPR Provinsi dan DPR Kota,"ujarnya.

Tapi juga, kata dia, mereka bertarung secara sehat dan baik serta sportif, menang atau kalah pihalnya punya tugas mendoakan mereka .

“Dan kiranya Tuhan tolong mereka sehingga apapun hasilnya, mereka ingat kembali mengucap syukur kepada Tuhan,"katanya.

"Bagi kami, mengucap syukur karena mereka  bukan hanya menang saja, tapi ingat ada suara rakyak yang merupakan keterwakilan dari warga jemaat GKI Siloam,"ujarnya.

Menurutnya, warga jemaat sebagai masyarakat dan mereka sedang menyuarakan suara Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.

“Karena itu adalah tugas dan amanah yang mereka bawa, jadi ketika mereka menang ada amanat yang harus mereka bawa untuk tembus sampai ke rana itu,"tegas Yosina.

“Bagi bapak, ibu yang mungkin belum ada kesempatan untuk sampai ke rana itu, tetap semangat, jadilah petarung yang sejati,"katanya.

Lanjut dia, dan ini bukan bagian yang memisahkan dari persekutuan, tapi ini adalah proses.

"Saya percaya semua orang ini terbaik, tapi harus ada beberapa yang jadi pemenang, karena kursinya terbatas,"ujarnya.

"Tapi kita berdoa siapa pun dia yang naik, asalkan dia mewakili dari Papua,
dari GKI,"katanya.

Selanjutnya, dia merupakan orang yang sungguh-sungguh bekerja dan membawa amanat dari pada masyarakat, warga gereja untuk ada disana sebagai berkat.

"Saya selaku salah satu caleg, dan saya pendatang baru dalam wilayah politik,"kata penatua Constantin Ansanay yang juga salah satu caleg.

Costantin mengaku, ia sedang berhadapan dengan tua-tua dinas dalam permainan politik.

“Saya berharap dengan doa pendeta yang disampaikan, mendoakan para calon legislatif maka kita juga harus berjuang dengan iman," ujar Constantin.

"Tuhan sendiri akan memilih yang terbaik dari antara kita semua, baik dari kota, provinsi dan pusat,"katanya.

Menurut dia, itu yang ia imani, jangan ada spekulasi, jangan ada saling sikut-menyikut tapi berjuang secara sportif.

"Siapa pun yang menang dari jemaat kita, ya kita harus mendukung dia, karena pada akhirnya dia juga akan berbuat sesuatu kepada jemaat kita,"ujarnya.

Dia mengatakan, ada banyak hal yang belum diselesaikan dari Gereja.
Secara dukungan, dia tidak langsung mengungkapkan, tetapi dengan tugas sebagai majelis dia berharap bahwa Jemaat Siloam dapat mendukungnya.

“Tetapi saya tidak bisa memaksa karena, ada beberapa calon dari pusat juga, silahkan saja 
kalau roh kudus menuntun jemaat untuk memilih siapa pun, bagi saya tidak masalah,"katanya.

Costantin berpesan kepada pemuda gereja bahwa ia lahir dari sekolah minggu dan pemuda Gereja, dia pernah menjadi ketua PAM, di GMKI, dan di GAMKI.

"Sehingga saya melihat generasi muda perlu di dukung, harapan saya untuk Generasi muda,"ujarnya.

Dari seluruh Indonesia,kata dia,milenial sangat kuat dan pendidikannya yang luar biasa.

'Saya berharap dengan bapak maju bisa memberikan sebuah nilai kepada generasi muda di Gereja yang selama ini tidak diberikan kesempatan,"katanya.

"Kita mau supaya generasi muda berhasil memutuskan mata rantai kebodohan, kemiskinan
dan juga ada generasi muda yang besok maju kedepan,"ujarnya.

"Disitulah kita menilai bahwa inilah generasi-generasi muda yang handal dari Tanah Papua,"katanya.

Dia meyakini bahwa pemuda gerejalah yang merupakan dasar utama, atau generasi muda yang sisi kerohaniannya baik.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #P2J #GkiSiloamWaena