Hikmat Allah, Penuntun Kehidupan Sehari-Hari

E
Eirene Sembor Sundoy
10 February 2024, 07:54 WIT
786 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura - Vikaris Jemaat Gereja Kristen Injil (GKI) Siloam Waena,Kota Jayapura,Papua, Yeheskel Rahanra mengajak persekutuan kaum bapak (PKB) untuk meminta hikmat Allah sebagai penuntun dalam kehidupan sehari-hari

Yeheskel menyampaikan hal itu dalam khotbahnya saat memimpin Ibadah gabungan PKB Siloam Waena awal Februari 2024 pada Rabu (7/2/2024) lalu.

Pembacaan Firman Tuhan dari dalam kitab 1 Korintus 1 : 17 - 2 : 5 dengan Tema: "Injil dan Hikmat."

Yeheskel menjelaskan, Korintus merupakan kota yang sangat luas, kota ini sangat strategis, terletak di antara dua selat yaitu korintus dan seronik yang menghubungkan Yunani Selatan dan Yunani Utara.

Menurut dia, Korintus juga mempunyai dua pelabuhan sehingga tidak mengherankan kalau banyak orang datang untuk berdagang dan menetap.

Lanjut dia, yang paling menonjol di korintus adalah dewi yang dipuja, kuilnya terletak di pegunungan akro

Kuil ini dijadikan pusat penyembahan, ada 1.000 imam perempuan yang menjaga kuil itu, mereka bertugas sebagai pelacur.

“Sehingga Korintus dikenal dengan (city of sin) atau kota pendosa, karena terkenal dengan kejahatan. Moralitas perbudakan yang buruk dan pelacuran,"kata Yeheskel.

Situasi kota ini, kata Yeheskel, membuat rasul Paulus terbuka dan punya kerinduan besar untuk mengigatkan jemaatnya di korintus.

Jemaat kristen pertama kali didirikan oleh rasul Paulus di rumah Aquila dan Priskila, namun begitu pesat perkembangan kota.

Sehingga banyak percampuran budaya, banyak orang non Yahudi pun disana, banyak pendapat tentang keselamatan dan perbedaan muncul di tengah-tengah jemaat.

Perselisihan muncul karena banyak konsep tentang Ketuhanan itu yang berbeda-beda.

"Tema kita berbicara tentang injil dan juga hikmat, pada ayat 17 Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis tetapi memberitakan injil,"ujarnya.

Berbicara tentang injil yaitu bicara tentang salib, tentang pengorbanan Yesus Kristus.

"Jadi harusnya kita yang di hukum, tetapi injil atau kabar baik itu datang untuk menyelamatkan kita,"katanya.

Ada berbagai macam konsep yang berbeda, karena banyak orang berpikir Yesus diatas kayu salib saja tidak cukup. Perlu ditambahkan dengan perbuatan baik, tetapi itu keliru.

“Karena bicara tentang keselamatan, Yesus mati satu kali untuk selama-lamanya menebus dosa kita, tidak perlu ditambah dengan perbuatan baik,"ujarnya.

Pertanyaanya, apakah kita perlu berbuat Baik?

“Perlu, tapi perbuatan baik kita bukan untuk menyelamatkan kita, tapi sebagai bukti iman kita kepada Yesus,"tegas Yeheskel.

"Dan perbuatan baik kita merupakan ungkapan syukur karena kita sudah diselamatkan,"ujarnya.

Yehekel mengatakan, pasal 2 : 1 - 5  berbicara tentang hikmat, menurut KBBI hikmat berbicara tentang kebijaksanaan dan kearifan.

Hikmat juga berbicara tentang kesaktian,orang-orang yang memiliki kuasa gelap, dan juga orang yang mengambil keputusan.

Dari Perjanjian lama,kata dia, hikmat dalam bahasa ibrani adalah hokmah yang artinya menunjukan bakat atau kemampuan seseorang melebihi orang lain.

Contohnya, raja Salomo  menggunakan hikmat saat menhadapi dua orang ibu yang berkelahi memperebutkan seorang anak.

“Pada intinya hikmat itu dapat membedakan mana yang benar dan salah,"katanya.

"Hikmat duniawi, tidak bisa membawa kita kepada pengenalan akan Allah,"ujarnya.

Menurutnya, dikatakan hikmat duniawi karena berlawanan dengan Allah atau hikmat Allah itu sendiri.

"Ayat 24 -27 apabila kita mengenal Hikmat Allah, hikmat ini akan menuntun kita mengenal Yesus Kristus dengan benar,"katanya.

Oleh sebab itu, Yesus Kristus adalah kekuatan, kekuasaan dan hikmat Allah itu sendiri.

“Sehingga dalam seluruh aspek kita harus mengandalkan Yesus sebagai hikmat yang akan menuntun kita dalam kehidupan kita," ujarnya.

"Pada ayat 28 sampai 30 namun oleh dia kamu berada dalam Kristus Yesus yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita, ia membenarkan, menguduskan dan menebus kita,"katanya.

Ada tiga hal penting yang harus diketahui  bersama. Pertama, bicara mengenai pembenaran berarti bicara tentang hukuman.

"Harusnya kita yang dihukum  tetapi kristus membenarkan kita dari hukuman maut di Api neraka,"ujarnya.

Kedua, berbicara tentang menguduskan, kalau lihat dalam perjanjian lama, sesuatu yang di kuduskan.

Berarti sesuatu yang memang di khususkan bagi Allah, sebagai orang percaya kita semua telah dikuduskan oleh Yesus 

"Itu berarti kita harus berubah dan mengarahkan kehidupan kita kepada Allah yang maha kudus,"katanya.

"Kegita, berbicara tentang penebus, kita semua telah ditebus oleh Darah Yesus yang sangat mahal
dalam hal penebus, kita harus hidup berpadanan dengan injil Kristus, yang artinya perkataan, pikiran, perbuatan kita harus sesuai dengan Firman Tuhan,"ujarnya.

Pasal 2 : 1 -5 mau berbicara begini, Hidup bukan untuk menyenangkan manusia, bukan untuk menyenangkan diri sendiri, tetapi untuk menyenangkan Allah.

"Persekutuan mari kita belajar tiga hal penting, pertama, hikmat yang benar, yang akan menuntun kita kepada pengenalan akan kristus,"katanya.

Kedua, Hikmat Allah dapat menuntun kita untuk mampu melalukan yang benar dan tidak mampu melakukan yang salah

“Ketiga, dengan hikmat kita dapat menyenangkan Allah yang paling utama kemudia npikiran kita serta tindakan kita harus berjalan sesuai dengan kebenaran firman,"tambah Yeheskel menghakhiri khotbanya.

Persekutuan Kaum Bapak yang hadir pada Ibadah gabungan tersebut berjumlah 46 orang, dengan rincian 38 orang bapak, ibu 1 orang, anak 1 orang, dan petugas multimedia 6 orang.

Momentum ibadah ini ditayangkan secara Live streaming melalui kanal youtube GKI Siloam Waena. Jumlah yang menonton live sebanyak 43 pengunjung.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.