Hal ini disampaikan melalui khotbahnya saat memimpin ibadah Minggu subuh, 28 Januari 2024 lalu. Pembacaan Firman Tuhan dari dalam Kejadian 16 : 1 - 16
Khotbah yang disampaikan Hosea berpatokan dari tema Sinode GKI di Tanah Papua yakni “Pemberdayaan Yang Salah Mendatangkan Bencana, Dan Pembedayaan Yang Benar Menghebatkan.”
Hosea membagi tiga hal dalam khotbahnya. Ayat 1 - 6 berbicara tentang petunjuk dan langkah yang diambil Sarai untuk meneruskan keturunan.
Lanjut Hosea, dalam tradisi kuno pada masa itu, apabila seorang perempuan tidak melahirkan itu merupakan sebuah aib bagi dirinya, karena itu Sarai mengangkat Hagar hambanya perempuan Mesir itu dan memberikannya kepada Abram untuk diperistri.
"Ada nilai posifit dan negatif yang dapat kita ambil dari bagian pertama ini, yakni nilai positif Sarai hendak mempersembahkan anak bagi Abram untuk meneruskan keturunan dari Abraham supaya janji Tuhan di pasal 12 bahwa Abram akan menjadi bangsa yang besar dan akan menjadi berkat bagi bangsa-bangsa,"kata Hosea.
Nilai negatif, Sarai telah melakukan sesuatu yang melanggar peraturan dalam hukum Tuhan dengan memberikan suaminya kepada perempuan lain, berarti Abram telah melakukan poligami dan itu bertentangan dengan prinsip Kebenaran didalam Firman Tuhan.
Bagian kedua, kata Hosea, ayat 7 - 12 Hagar bertemu dengan Malaikat TUHAN. Ketika Sarai mengatahui bahwa hambanya Hagar itu telah mengadung, ia menindas Hagar sehingga Hagar lari meninggalkannya ke padang gurun syur di mata air El-Roi dan disitulah Hagar bertemu dengan Malaikat TUHAN.
Tetapi TUHAN menyuruh Hagar untuk kembali kepada Sarai nyonyanya itu dan membiarkan dirinya ditindas. Ada janji Tuhan kepada Hagar bahwa Tuhan akan membuat keturunannya banyak.
"Kata TUHAN lagi kepadanya Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainnya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu,"ujarnya.
Bagian ketiga, lanjut Hosea, ayat 13 - 16 Hagar melahirkan seorang anak bagi Abram. Lalu Hagar melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abram dan menamainya Ismael pada saat itu Abram berumur delapan puluh enam tahun.
"Jemaat Tuhan dari ketiga bagian ini kita dapat belajar 3 hal penting, pertama Sarai tidak taat, setia dan sabar dalam menanti janji Tuhan untuk memberikan keturunan bagi keluarga Abram dan masa depannya, sehingga dia mengambil jalan keluar yang bertentangan dengan kehendak Allah,"katanya.
Kedua, Hagar mengalami perjumpaan dengan Tuhan dan itu menandakan Tuhan mendengar dan peduli atas segala pergumulan dan Air mata hagar.
Ketiga, Abram tidak menentang istrinya ketika ia disuruh untuk menjadikan Hagar sebagai istrinya, padahal ia tau itu bertentangan dengan Hukum Tuhan.
"Karena itu, mari kita hidup dalam kebenaran-kebenaran Tuhan supaya kita tidak melakukan kesalahan dengan memberdayakan nilai-nilai yang salah, tapi kita hendak mencapai nilai-nilai positif dalam kebenaran sebagai anak-anak Tuhan,"ujarnya.
"Dan tetap percaya bahwa berkat Abraham dan keturunannya sebagai orang percaya tetap berlaku bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan,"tambah Hosea.
Warga jemaat yang hadir pada ibadah Minggu subuh berjumlah 196 orang, dengan rincian 88 orang laki-laki, 92 orang perempuan, 10 orang anak dan 6 orang tenaga multimedia.
Momentum ibadah ini ditayangkan melalui Live Streaming. Jumlah yang menonton Live Streaming melalui Youtube sebanyak 112 pengunjung.
Editor : Musa Abubar