Hal ini disampaikan dalam khotbahnya saat memimpin ibadah minggu pertama Februari, Minggu pagi, 04 February 2024. Pembacaan Firman Tuhan dari 1 Korintus 1 : 1 - 18 - 2 : 5.
Khotbah yang disampaikan Dessy berpatokan dari tema Sinode GKI di Tanah Papua yakni “Yesus Kristus Hikmat Allah Membenarkan, Menguduskan dan Menebus Dunia.”
Dessy mengatakan, Dalam Kehidupan setiap orang tentu punya cara pandang yang beda-beda. Dalam satu rumah bapa punya cara pandang terhadap sesuatu yang terjadi beda dengan mama dan Anak - anak apalagi dalam persekutuan.
“Cara pandang yang berbeda itu seringkali dapat menyebabkan perpecahan dan pertengkaran dalam persekutuan,"katanya.
Hal itu yang terjadi dalam Jemaat di Korintus dan Paulus menulis surat ini karena Paulus mendengar ada persoalan tentang kehidupan dan kepercayaan kristen disana.
Korintus adalah sebuah kota di Yunani, ibu Kota Provinsi Akhaia yang termasuk wilayah Pemerintahan Roma.
“Di korintus ada banyak sekali orang datang ke sana karna kemajuannya dalam pedagangan, kebudayaan tetapi juga karna hal-hal itu Terjadi percabulan dan penyembahan berhala," katanya
Lanjut dia, orang datang dengan banyak pikiran, banyak ide memperngaruhi orang lain membuat orang lain mengubah pemikiran mereka dan itu membuat perpecahan. Oleh sebab itu Paulus merasa penting sekali untuk menyampaikan kepada jemaat di Korintus
“Ketika ada sumber perpecahan, maka segala sesuatu yang kita bangun, dengan mudah menjadi hancur,"ujar Dessy.
Dalam kehidupan manusia juga, hidup rumah tangga kalau bapa sudah tidak percaya mama begitu sebaliknya itu sumber perpecahan.
“Kalau sudah mulai tidak setia, itu sumber perpecahan, maka akan dengan mudah hubungan yang di bangun bertahun-tahun menjadi hancur,"katanya.
Dalam Pembacaan ini, kata dia, Paulus menjelaskan tentang perbedaan hikmat Allah dan Hikmat manusia. Disini Paulus ingin memperlihatkan bagaimana manusia dengan Allah memandang salib kristus pada ayat 18.
“Bagi manusia, salib adalah lambang kehinaan, orang yang disalibkan adalah orang yang hina, orang yang pantas mati, mereka tidak berharga,"ujarnya.
Lanjut Dessy, tetapi bagi Allah salib adalah bukti cinta Allah bagi orang berdosa, bagi saudara dan saya.
Dan melalui salib, Allah menunjukan kuasanya bahkan lewat kematianNya disalib. Yesus bangkit dari antara orang mati sebagai bukti bahwa kuasa Allah yang tidak dimiliki manusia manapun.
Bagi orang yang di selamatkan Allah, berita tentang salib adalah cara Allah menunjukan kuasanya, sebab lewat penyaliban Yesus Kristus Manusia yang percaya tidak Binasa melaikan beroleh hidup yang kekal, Yohanes 3 : 16
Dan mereka yang Percaya itu di benarkan, dikuduskan, ditebus oleh Yesus Kristus yang bangkit dari antara orang mati.
“Dengan kata lain kematian Yesus Mendaur ulang saudara dan saya dalam kehidupan Rohani,"katanya.
"Dan juga pembacaan ini mau mengigatkan kita supaya jangan memandang rendah orang lain,"ujarnya.
Dia mengatakan, karena apa yang di pandang bodoh oleh dunia, itu bisa dibuat Allah menjadi mulia dalam pandangan dan kuasa Allah.
“Jangan sombong kalau kita menjadi orang yang terpandang, kalau hari ini Kita Memiliki Segala Sesuatu termasuk pengaruh,"katanya.
Karena kalau Allah berkehendak memutar balikan segala sesuatu maka semua yang manusia miliki tidak ada artinya.
“Selama tidak mengandalkan Allah, selama hidup tidak Bergantung kepada Allah, selamat kita melangkah tanpa tuntunan Allah maka hikmat yang ada pada kita hanyalah kesia-siaan,"ujar Dessy dalam khotbahnya.
"Maka itu jangan sombong, kalau kita bisa menjadi orang yang berhasil. Ayat 31 karna itu seperti ada tertulis barang siapa hendak bermega, hendaklah ia bermega didalam Tuhan ,"katanya.
Hari ini Allah mengigatkan manusia semua bahwa apa yang di pandang bodoh oleh dunia, itu dapat di rubah oleh Allah. Dan soal salib bagaimana bisa orang yang berkuasa mati di salib, jika ia ingin menolong orang lain.
Ia Harus hidup dan membuktikan kuasanya dan Hal ini sangat Menarik
“Sebab bagi manusia kehidupan itu penting, tetapi bagi Allah kematian itu penting Dalam hal salib," tegas Dessy.
Karena itu, ketika Tuhan kasih umur yang panjang pergunakanlah kehidulan ini dengan baik untuk .elakukan yang berkenan di hadapan Tuhan
“Sebab semua hal itu ketika Mati Tuhan Akan Minta Pertangung jawaban kita," ujar Dessy.
Saudara ku yang kekasih, memang memahami Allah itu bukanlah Hal yang mudah, tetapi kita di ingatkan bahwa Allah punya tujuannya sendiri ketika mengijinkan saudara dan saya mengalami segala sesuatu
"Allah memberikan kepada kita salib sebagai sebuah tanggung Jawab, sebagai majelis bukan hal yang mudah,"katanya.
Kadang juga orang melihat manusia dari pengalaman.Dia punya pengalaman apa jadi kalian pilih dia jadi Majelis.
Seseorang yang terus mengandalkan Kristus dalam Hidupnya, Dia akan mempunyai kemampuan lebih.
“Orang yang hebat adalah orang yang sabar dalam menghadapi segala tantangan,"ujarnya.
Untuk Menjadi orang sabar status sosial anda tidak menjamin, tingkat pendidikan tidak menjamin, tetapi iman saudara kepada Allah itu yang akan menolong saudara dalam segala hal.
"Bapak/Ibu/ Sdr ku yang kekasih Maka itu jalanilah segala sesuatu salam proses Allah,"katanya.
“Ingat seberdosa apapun saudara dan saya Allah sangup mengubah saudara dan saya karna Allah mencari orang yang terhina,"ujarnya.
Yesus datang untuk menyelamatkan orang yang bersoda, Karna itu mari jalani hidup dan Pelayanan Mu dengan selalu percaya bahwa Allah dapat mengubah segala sesuatu.
Dihadapan Allah Hikmat Manusia tidak ada apa-panya, sebab Allah mampu mengubah segala Sesuatu.
"Serta Allah akan membuat Saudara dan saya dalam gengaman dan kuasa Allah menjadi Pribadi Yang Luar Biasa untuk kemuliaan Allah,"katanya.
“Semua manusia sama di hadapan Allah maka itu hargailah satu dengan yang lain, karna dia dengan Mu sama Di Hadapan Allah,"ujar Dessy menghairi khotbahnya.
Warga Jemaat yang hadir pada ibadah pagi ini berjumlah 420 orang, dengan rincian 166 orang laki-laki, 235 orang perempuan, 39 orang anak-anak dan 7 orang tenaga multimedia.
Momentum ibadah ini ditayangkan secara live Streaming melalui kana youtube GKI Siloam Waena. Jumlah yang menonton live sebanyak 178 pengujung.
Editor : Musa Abubar