Demikian ajakan yang disampaikan pendeta Ishak Chiang kepada ratusan Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Pengharapan Jayapura, Kota Jayapura, Papua dalam khotbahnya saat memimpin ibadah Minggu (4/2/2024) pagi pukul 09.00 WIT.
Pembacaan diambil dari 1 Korintus 1: 8-31; 2:1-5 dengan tema Yesus Kristus Hikmat Allah Membenarkan, Menguduskan dan Menebus Dunia.
Dalam khotbahnya, Ishak menyampaikan bahwa Hikmat Allah adalah Yesus Kristus yang ada dalam diri kita. Terdapat enam bagian penting dalam setiap ayat yang dibaca.
Ishak menjelaskan, pada ayatnya yang ke 18-20, Tuhan mau membinasakan orang-orang berhikmat, karena mereka tidak percaya kepada salib Kristus.
“Ko (kita-red) pasti akan binasa karena ko tidak minta hikmat dari Tuhan. Hikmat yang dimaksud pada ayat ini yaitu hikmat yang berasal dari Tuhan bukan dari ko punya pengetahuan sendiri. Bangsa pilihan-Nya saja Tuhan binasakan, apalagi Jemaat yang ada di tempat ini. Itu kalo ko tidak hidup dari hikmat Tuhan,"kata Ishak.
Ishak menjelaskan pada ayat yang ke 21-22, bagaimana hikmat dunia tidak membawa manusia mengenal Allah.
“Jangan jadikan ko kebijaksanaan, kepintaraan, kesuksesan , rasa ingin tahu, hikmat sampai buat ko menyombongkan ko punya diri dan merasa diri benar sehingga tidak mau mengandalkan Tuhan,"ujarnya.
Dalam Matius 5:13, kata dia, Tuhan mengatakan bahwa jangan takut manusia miskin karena kurang kebenaran sehingga dengan merasa kurang akan kebenaran firman Tuhan, manusia akan selalu mencari dan mengejar Tuhan.
"Kita harus mengikuti kebenaran Firman Tuhan, memakai hikmat dari Tuhan, bukan hikmat dunia” katanya.
Bagian penting yang berikutnya terdapat pada ayat 23-27, Ishak menyebut jikalau hanya orang yang memiliki hikmat Allah dialah yang mengenal Yesus Kristus. Yesus adalah kekuasaan dan hikmat Allah, sehingga sebagai manusia harus menggunakan hikmat Tuhan, bukan hikmat manusia.
“Hari ini mungkin ko direndahkan, ko tidak dipakai, ko tidak bijak, ko dianggap akar rumput, dihina-hina tetapi ingat Tuhan melihat hati. Tuhan akan memberikan keselamatan melalui hikmat Kristus sehingga tidak ada satu manusiapun yang sombong dan memegahkan diri pada apapun itu,”ujarnya.
“Kalau hari ini ko masih pintar, ko masih bijak, ko tidak butuh Yesus. Karena Yesus untuk mereka yang tidak terpandang, terhina, terpuruk, mereka yang gagal, salah ambil keputusan. Tuhan mau memakai orang-orang yamg lemah agar mengembalikan orang-orang yang sombong, yang berhikmat itu. Upah dosa adalah maut. Kita selayaknya dihukum karena kita berdosa, kita harus jujur akan dosa yang kita buat,"kata Ishak.
Ayat 29-31 memiliki bagian terpenting dimana sebagai manusia harus memiliki hikmat Allah di dalam diri. Bagian berikutnya dilanjutkan dari Ishak pada pasal 2 ayat 1-5, menjelaskan bahwa hidup manusia bukan untuk menyenangkan sesama, tetapi karena Salib Yesus sehingga Jemaat harus memberitakan kebenaran Tuhan kepada setiap kita.
“Saya sebagai seorang pendeta juga lemah, banyak kekurangan, takut, Bapak/Ibu sebagai penatua dan syamas juga lemah, begitu dengan jemaat di dalam gereja ini juga tetapi kita harus meminta roh Tuhan untuk menuntun kita dalam setiap langkah kehidupannya kita. Minta kekuatan dan hikmat dari Tuhan, karena di dalamnya ada salib Yesus, ada proses yang sungguh luar biasa sehingga kita tidak mudah jatuh dalam kebinasaan dunia. Karena kita sudah dibenarkan, kita sudah dikuduskan, kita sudah ditebus jadi jangan lagi kita mau ikut hikmat dunia,"ujar Ishak.
Diakhir akhir khotbahnya, Ishak mengajak Jemaat untuk tidak menyia-nyiakan hikmat Allah.
“Mari Bapak/Ibu jemaat, jangan kitong sia-siakan hikmat yang Allah berikan dalam Yesus Kristus untuk kita. Bukan kepandaianmu, bukan kepintaranmu, bukan uangmu yang banyak, bukan fasih bicaramu, kalau ko tidak miskin dihadapan Allah, ko tidak akan pernah memiliki Kerajaan Sorga,"tegas dia.
Editor : Musa Abubar