GKI Siloam Hobong Laksanakan Ibadah Kontekstual Nuansa Bahasa Sentani

T
Tamara Kainama
29 January 2024, 13:04 WIT
976 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura – Jemaat Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Hobong Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua melaksanakan Ibadah Kontekstual bernuansa bahasa Sentani 

Pelayanan misi kontekstual merupakan sebuah strategi misi yang menempatkan kebutuhan dan konteks budaya masyarakat sebagai pusat perhatian dalam memberikan pelayanan.

Ibadah kontektual bernuansa bahasa Sentani itu berlangsung pada Minggu (28/1/2024) pagi pukul 09.00 WIT. Momentum ibadah ini dipimpin oleh Penatua Elvis Mehuwe.

Pembacaan Alkitab dari Kejadian 1:1-6 dengan perikop “Hagar Melahirkan Ismael bagi Abram.“

Dalam khotbah, Penatua Elvis Mehuwe menyampaikan bahwa sebagai Anak Tuhan harus patuh dan taat terhadap firman-Nya. 

“Tuhan Allah akan menjawab semua perkara kita seperti yang ada di dalam firman Tuhan, bahwa Dia tidak akan meninggalkan kita sendiri. Seperti Ismael yang ibunya seorang hamba, Hagar, bahwa sejak dalam kandungannya Tuhan sudah berfiman dan mengetahui segala kehidupan dari Ismael sehingga Hagar perlu patuh terhadap perintah Tuhan” kata Penatua Elvis. 

Lanjut Elvis, seringkali sebagai manusia mengalami banyak peristiwa sehingga harus berdoa dan meminta pertolongan dari Tuhan. 

“Abram yang umurnya sudah tua saja Tuhan masih memberikan keturunan kepada dia. Hagar seorang hamba yang ditindas dari Sarai Tuhan masih melindungi dia,"ujarnya.

"Itu semua karena kasih Tuhan kepada mereka. Hal itu juga yang harus kita lakukan, walaupun banyak hal yang kita lalui kita harus tetap hidup di dalam Tuhan dan selalu meminta pertolongan dari Dia,”kata Elvis dengan menggunakan bahasa Sentani dan dilanjutkan dengan terjemahan bahasa Indonesia.

Akhir khotbah, Elvis mengajak jemaat agar selalu melakukan apa yang Tuhan mau dan kehendaki dalam kehidupan sehari-hari melalui kebenaran firman-Nya.

Ibadah bernuansa etnik Sentani ini, menggunakan bahasa Sentani mulai dari awal ibadah, khotbah hingga selesainya ibadah namun diselingi juga dengan terjemahan bahasa Indonesia. Sekitar uluhan jemaat mengikuti Ibadah tersebut,rata-rata  memakai pakaian batik.

“Saya berterima kasih kepada semua yang baru bergabung, tetapi saya juga mohon maaf atas ketidaknyamanan dalam mengikuti ibadah. Hal ini karena selama ibadah menggunakan bahasa Sentani tapi ada juga bahasa Indonesia,"ujar Fredrik Sokoy, salah satu anggota jemaat di gereja tersebut. 

“Kita kan masih masuk dalam Klasis Sentani, masih tinggal di daerah Sentani juga jadi sudah hukumnya kita harus belajar dan mengetahui bahasa Sentani,”kata dalam saat menyampaikan sambutan khususnya kepada warga jemaat yang baru bergabung.

Sambutan dilanjukan oleh Jimy Mehuwe. Dalam sambutan, Jimy berharap agar jemaat GKI Siloam Hobong semakin rajin dalam pelayanan.

“Bukan minggu ini saja saya melihat banyak puji-pujian yang dilantunkan, tetapi minggu-minggu besok harus semakin ditingkatkan. Bila perlu untuk anak-anak PAM harus wajib mengisi setiap ibadah hari Minggu,"tegas Jimy.

Editor : Musa Abubar

TAGS: #P2J #GkiSiloamWaena