Harapan itu disampaikan disela-sela kunjungan tim Jurnalis Buletin Siloam Waena diruang kerjanya, Selasa (13/2/2024).
Dia mengapresiasi dan berterima kasih terhadap Tim Jurnalis Buletin Siloam di Kantor Sinode GKI di tanah Papua.
Nelson menjelaskan tiga pelayanan kasih itu lantaran berkaitan dengan kehidupan gereja masa kini.
Nelson berharap setiap gereja-gereja di Tanah Papua harus memiliki acuan dan menerapkannya dalam melakukan pelayanan kasih agar hidup jemaat terjamin dan sejahtera.
Lanjut dia, atiga jenis pelayanan kasih yang bisa menjadi acuan bagi Sinode GKI di tanah Papua, yaitu pelayanan kasih Karitatif, Reformatif, dan Transformatif.
“Saya melihat bahwa masih banyak gereja di Tanah Papua yang pada saat ini melakukan pelayanan kasih kepada jemaat itu hanya diakonia orang sakit, diakonia orang meninggal saja. Padahal setelah saya pelajari ada beberapa jenis pelayanan kasih yang bisa dilakukan gereja untuk jemaatnya,”kata Nelson disela-sela pertemuan.
Nelson menjelaskan, jenis pelayanan kasih Karitatif merupakan pelayanan berupa diakonia dalam jemaat. Dalam pelayanan ini ada konseling dan okultisme.
“Yang pertama itu ada pelayanan kasih Karitatif yang sama dengan pelayanan diakonia juga. Dalam diakonia ini bisa berupa konseling dan okultisme. Seperti masalah dalam keluarga, hubungan antara suami istri, anak dan orang tua, masalah dalam pelayanan, ada yang sakit bisa langsung dilakukan kunjungan diakonia,"ujarnya.
Dia mengatakan, di Sinode sudah ada komisi Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (KPKC) yang bisa menangani hal tersebut. Ada instansi-instansi terkait yang bisa menangani masalah-masalah itu juga, seperti di bidang Hukum, Mediasi, Bimbingan Konseling, dan lain-lain.
Selanjutnya, pelayanan kasih Reformatif lebih menekankan kearah pembangunan dan pengetahuan untuk memberikan hidup yang layak kepada jemaat.
“Diakonia Reformatif ini mengarah ke era pengetahuan dan pembangunan. Bisa saja gereja-gereja membangun sekolah, mendirikan sekolah PAUD, membuat program-program berbasis pendidikan, kemajuan teknologi, dan masih banyak hal lainnya agar anak-anak kita di Tanah Papua ini semakin bertumbuh dan berkembang dengan baik,"katanya.
Menurut Nelson, pelayanan kasih Transformatif merupakan jenis diakonia dari perkembangan diakonia Karikatif dan diakonia Reformatif, yang mana bukan hanya tindakan melainkan upaya-upaya yang dilakukan dari segi aspek kehidupan dalam mensejahterakan jemaat.
“Bentuk pelayanan kasih atau diakonia Transformatif bagi gereja yaitu memberikan beasiswa bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan,”ujarnya.
Selain itu, kata dia, gereja juga bisa membantu jemaat dengan pengadaan air besih, program BPJS, menyediakan jasa konsultan, menciptakan lapangan kerja atau usaha, dan masih banyak hal yang perlu dilakukan supaya jemaat tidak lagi kesulitan.
Kantor SinodeGKI di Tanah Papua diharapkan mulai menerapkan ketiga jenis pelayanan kasih kepada gereja-gereja agar jemaatnya merasa diperhatikan bukan hanya dari sisi pemerintahan tetapi dari kehidupan kekristenan.
“Masa kita mau ketinggalan dengan gereja-gereja diluar sana. Mereka sudah hampir semua melakukan diakonia bagi jemaat-jemaatnya dan itu sangat membantu bagi pertembuhan ekonomi,"katanya.
“Jadi kalau bisa gereja-gereja kita di Tanah Papua harus mulai melakukan hal tersebut, karena kalau bukan dari kita Sinode yang memperhatikan jemaat kita, siapa lagi yang akan membantu kesejahteraan mereka,” tambah Nelson dengan tegas.
Editor : Musa Abubar