Bolehka Anak Tuhan Khawatir ? Ini Jawabannya

A
Airin C. E. Laodini
31 January 2024, 09:36 WIT
807 Kali Dibaca
BAGIKAN:
Buletin Siloam, Jayapura – Penatua Renny Tumober mengajak pemuda rayon 5 yang tergabung dalam organisasi Persekutuan Anak Muda (PAM) Gereja Kristen Injili (GKI) Siloam Waena, Kota Jayapura, Papua, belajar tentang kekhawatiran 

Ajakan itu disampaikan saat ibadah di Gedung GKI Siloam Waena pada Selasa, 30 Januari 2024, pukul 18.30 WIT.

Renny mengangkat pembacaan Alkitab di Kejadian 16 ayat 1 sampai 6. Mengawali khotbah, Renny menyebut, saat ini Alkitab terjemahan baru edisi 2 telah diperjual belikan pada toko buku. 

Oleh karena itu, kata dia, pada pembacaan tersebut  terdapat perbedaan judul perikop.

Menurutnya, Alkitab terjemahan baru pasal tersebut diberi judul “Hagar dan Ismael,” sedangkan pada terjemahan baru edisi 2 diberi judul “Hagar melahirkan Ismael bagi Abram."

Setelah itu, Renny meminta pemuda untuk membuat kelompok yang berjumlah tiga orang, dan saling membagikan hal yang dikhawatirkan serta memberikan tips dan solusi.

Bolehkah anak Tuhan Khawatir ? Tanya Renny ke beberapa pemuda, ada yang menjawab boleh, tetapi ada juga yang menjawab tidak boleh.

“Kalau anak-anak membaca Alkitab dari awal sampai selesai kalian akan mendapatkan 365 kutipan kata jangan khawatir, jangan takut, jangan bimbang. Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak menginginkan kita sehari saja merasa khawatir,"kata Renny dalam khotbahnya.

Renny mengatakan bahwa hal khawatir merupakan agenda iblis untuk mengganggu anak Tuhan. 

"Karena perasaan itu akan menimbulkan kegelisahan, kita akan sering mengeluh bahkan bersungut-sungut. Oleh karena itu, sebagai anak Tuhan kita tidak boleh merasa khawatir,"ujarnya.

Lanjut Renny, Tuhan mengizinkan masalah datang dalam kehidupan manusia untuk mengingatkan keberadaan-Nya, selain itu Tuhan tidak akan memberikan masalah yang melebihi batas kemampuan kita.

"Janji Tuhan itu Ya dan Amin, namun waktunya menjadi rahasia Tuhan. Jadi sebagai anakNya yang perlu kita lakukan yaitu tetap berusaha, berdoa dan bersabar akan penggenapan janji Tuhan,"katanya.

“Jangan biarkan rasa khawatir menguasai hidup kita, karena itu akan membuat kita kehilangan hal-hal indah yang sudah Tuhan sediakan. Percayalah kepada Tuhan, tetap berusaha dan biarkan Ia berperkara dalam hidup kita. Amin,"tambah Renny.

Editor : Musa Abubar
TAGS: #Renungan #GkiSiloamWaena
Cari Warta Lain
Artikel Terkait
Pelayanan Digital

Terus bertumbuh dalam iman melalui konten digital eSiloam.